DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KERAGAMAN TUMBUHAN OBAT HUTAN KERANGAS SEBAGAI POTENSI EKOWISATA EDUKASI DI HUTAN KOTA NYARU MENTENG, KALIMANTAN TENGAH | |
| PENGARANG | : | ABIYANTARA NUR ARSA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2026-10-16 |
Hutan Kota Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah memiliki ekosistem hutan kerangas yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk tumbuhan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman, pemanfaatan etnobotani, sebaran spasial tumbuhan obat, serta struktur vegetasi penyangga; menganalisis potensi kawasan sebagai daya tarik ekowisata edukasi; dan menganalisis persepsi pengunjung serta pengelola kawasan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2026 menggunakan metode purposive sampling untuk inventarisasi tumbuhan obat dan analisis vegetasi melalui 10 plot pengamatan, serta wawancara berbasis skala Likert untuk persepsi (45 responden pengunjung dan 3 responden pengelola). Hasil penelitian mengidentifikasi 13 jenis tumbuhan obat dari berbagai famili, seperti Bajakah (Spatholobus littoralis), Pasak Bumi (Eurycoma longifolia), Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa), dan Kantong Semar (Nepenthes gracilis). Bagian yang dimanfaatkan meliputi daun, akar, kulit kayu, batang, umbi, dan lendir untuk mengobati berbagai penyakit. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') vegetasi penyangga tergolong sedang (1,0737-2,8070), dengan Indeks Dominansi Simpson (C) yang bervariasi dari tingkat semai hingga pohon. Belangiran (Shorea balangeran) mendominasi strata semai (INP 118,17%), tiang (INP 68,03%), dan pohon (INP 64,68%), sedangkan Ujung Atap (Baeckea frutescens) mendominasi strata pancang (INP 102,54%). Persepsi pengunjung sangat positif terhadap potensi pengembangan ekowisata edukasi (skor rata-rata 4,30 dari 5,00) dengan preferensi utama pada aspek potensi edukasi (4,39) bertema edu-recreation. Pengelola juga menunjukkan optimisme tinggi pada peluang pengembangan (4,53), meskipun aspek sarana dan pengelolaan memerlukan peningkatan (3,67). Integrasi data spasial, etnobotani, dan struktur ekologis ini menjadi dasar penting bagi pengembangan ekowisata edukasi berbasis konservasi di Hutan Kota Nyaru Menteng.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI