DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PENGARUH APLIKASI TKKS DAN KOTORAN WALET TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN CABAI HIYUNG PADA BEDENGAN BARU DI LAHAN RAWA LEBAK
PENGARANG:JELITA AWWALYN ASTIFANIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2026-10-21


Pembuatan bedengan baru untuk menanam cabai Hiyung di ekosistem rawa lebak kerap terkendala oleh tingginya tingkat keasaman tanah serta kandungan Fe-larut yang bersifat toksik, sehingga mengganggu laju pertumbuhan cabai rawit Hiyung (Capsicum frutescens L.). Riset ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi dampak penambahan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan kotoran walet terhadap suplai nutrisi dan performa tumbuh tanaman tersebut pada bedengan baru di area rawa lebak, sekaligus mencari takaran perlakuan yang paling optimal. Studi lapangan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari enam variasi perlakuan: tanpa perlakuan (kontrol), 5 ton ha?¹ TKKS, 5 ton ha?¹ kotoran walet, kombinasi 2,5 ton ha?¹ TKKS + 2,5 ton ha?¹ kotoran walet, 3 ton ha?¹ TKKS + 2 ton ha?¹ kotoran walet, dan 2 ton ha?¹ TKKS + 3 ton ha?¹ kotoran walet. Perlakuan dilakukan ulangan sebanyak tiga kali. Temuan riset mengindikasikan bahwa aplikasi TKKS dan kotoran walet di bedengan baru memengaruhi kadar pH tanah, status N-NH4+, N-NO3-, P-tersedia, K tersedia, berat kering tanaman, hingga konsentrasi besi terlarut (Fe-larut). Penggunaan kotoran walet sebanyak 5 ton ha?¹ sukses menaikkan pH tanah mencapai angka 3,45. Lebih lanjut, dosis tersebut juga menghasilkan capaian tertinggi pada ketersediaan N-NH4+ (251,38 mg kg?¹), N NO3- (28,79 mg kg?¹), P-tersedia (327,17 mg kg?¹), dan total berat kering tanaman (2,17 g), sembari menekan kadar Fe-larut tanah menjadi 276,95 mg kg?¹. Sementara itu, tingkat K tersedia paling maksimal, yakni 0,35 cmol kg?¹, dicapai melalui aplikasi tunggal TKKS pada dosis 5 ton ha?¹. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI