DIGITAL LIBRARY



JUDUL:evaluasi kinerja simpang tiga tak bersinyal pada pertemuan jalan ahmad syairani dan jalan parit mas kota pelaihari kabupaten tanah laut
PENGARANG:SYIFA SAFITRI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-07-16


EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL PADA PERTEMUAN JALAN AHMAD SYAIRANI DAN JALAN PARIT MAS KOTA PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT

Oleh :

Syifa Safitri

 

Pembimbing Utama:

Muhammad Arsyad ST, MT

ABSTRAK

         Analisis kinerja persimpangan tak bersinyal pada Jalan Ahmad Syairani – Jalan Parit Mas Kota Pelaihari ini bertujuan untuk menganalisa kapasitas dan kinerja persimpangan pada kondisi eksisting berdasarkan Manual Kapasistas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, serta memberikan alternatif sebagai solusi penyelesaian masalah kepadatan arus lalu lintas pada persimpangan tersebut.Kondisi persimpangan tak bersinyal pada Jalan Ahmad Syairani – Jalan Parit Mas Kota Pelaihari saat ini menunjang terjadinya kecelakaan lalu lintas, karena kawasan ini cukup ramai dan patut untuk diperhitungkan , kawasan Jalan Ahmad Syairani – Jalan Parit Mas ini sangat strategis dikarenakan dilewati oleh angkutan niaga yang menghubungkan arah menuju ke Batulicin dan Kota pelaihari.

         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal, dan untuk mengetahui pada tahun keberapa lalu lintas tidak memenuhi persyaratan atau dalam keadaan sangat kritis. Penelitian yang dilakukan pada Jalan Ahmad Syairani – Jalan Parit Mas dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer berupa data kondisi geometric jalan, volume lalu lintas serta hambatan samping yang didapatkan melalui pengamatan langsung/survei lapangan dan data sekunder yakni berupa data jumlah penduduk kota pelaihari dan data jumlah kepemilikan kendaraan bermotor di kota Pelaihari yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pelaihari. Dalam mengevaluasi persimpangan terhadap kinerjanya, langkah-langkah perhitungan dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997 dengan menggunakan aplikas KAJI dan dimasukkan pada formulir perhitungan.

Dari hasil analisa, didapatkan pada kondisi geometrik eksisting nilai derajat kejenuhan (DS) maksimum sebesar 0,302 dengan tundaan rata-rata simpang maksimum 16,29 det/smp dengan peluang antrian rata-rata (QP%) sebesar 50% maka berdasarkan acuan persyaratan bagian persimpanagan dapat disimpulkan jenuh/padat dengan indeks tingkat pelayanan (ITP) adalah D. Sebagai solusi dari kepadatan arus lalu lintas pada mendatang dilakukan alternatif penanganan dengan melakukan pemasangan sinyal dengan dua fase dan didapatkan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,688 dan indeks tingkat pelayanan (ITP) adalah C.

 

 

Kata Kunci    : Analisa Simpang Tak Bersinyal, Derajat Kejenuhan, ITP,

                          MKJI, KAJI, Tundaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS AKHIR

 

EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA TAK BERSINYAL PADA PERTEMUAN JALAN AHMAD SYAIRANI DAN JALAN PARIT MAS KOTA PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT

 

Diajukan untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Sarjana S1

pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik

Universitas Lambung Mangkurat

 

 

Dibuat:

 

SYIFA SAFITRI

H1A115228

 

Pembimbing Utama

 

Muhammad Arsyad ST, MT.

NIP. 19720826 199802 1 001

 

                                                                     

 

 

 

 

2012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-3733001232012-07-05-21-59-40-373300123

KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

FAKULTAS TEKNIK

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL

BANJARBARU

2019

THREE PERFORMANCE EVALUATION OF PERFORMANCE IN AHMAD SYAIRANI AND JALAN PARIT MAS MEETING OF PELAI CITY, TANAH LAUT DISTRICT
By:
Syifa Safitri

Main Advisor:
Muhammad Arsyad ST, MT
ABSTRACT


            The analysis of the performance of unsignalized intersections on Jalan Ahmad Syairani - Jalan Parit Mas Kota Pelaihari aims to analyze the intersection capacity and performance on existing conditions based on the 1997 Indonesian Road Capacities Manual (MKJI), and provide an alternative solution to the problem of traffic flow density at the intersection . The condition of unsignalized intersections on Jalan Ahmad Syairani - Jalan Parit Mas Kota Pelaihari currently supports the occurrence of traffic accidents, because this area is quite crowded and deserves to be taken into account, the area of ??Jalan Ahmad Syairani - Jalan Parit Mas is very strategic because it is traversed by connecting commercial transportation directions to Batulicin and Pelaihari City.

            This study aims to determine the performance of unsignalized intersections, and to find out in what year the traffic does not meet the requirements or in a very critical condition. Research carried out on Jalan Ahmad Syairani - Jalan Parit Mas by collecting primary and secondary data. Primary data in the form of geometric condition of road data, traffic volume and side barriers obtained through direct observation / field surveys and secondary data in the form of data on the number of residents of the city Pelaihari and data on the number of motor vehicle ownership in Pelaihari city obtained from the Central Statistics Agency (BPS) Pelaihari City. In evaluating the intersection of its performance, the calculation steps are carried out based on the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) in 1997 using the KAJI application and included in the calculation form.

            From the results of the analysis, it was found that the existing geometric condition with a maximum degree of saturation (DS) of 0.302 with an average delay of maximum intersection of 16.29 det / pcu with an average queuing opportunity (QP%) of 50% based on the requirements of the storage section It can be concluded that saturation / solidity with the service level index (ITP) is D. As a solution to the density of traffic flow in the future an alternative treatment is carried out by conducting a two-phase signal installation and obtaining degree of saturation (DS) of 0.688and service level index (ITP) is C.


Keywords: Non-signalized intersection analysis, degree of saturation, ITP,
MKJI, KAJI, Delay.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI