DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KELALAIAN NOTARIS TERHADAP PERUBAHAN ISI AKTA OLEH PEGAWAI NOTARIS. | |
| PENGARANG | : | ELISABETH PANJAITAN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-07-17 |
KELALAIAN NOTARIS TERHADAP PERUBAHAN ISI AKTA OLEH [1]PEGAWAI NOTARIS
Oleh:
Elisabeth Panjaitan4,Hj. Nurunnisa[2],Anang Sophan Tornado[3]
ABSTRAK
Magister Kenotariatan, Universitas Lambung Mangkurat, 100 halaman
Kata Kunci: Akta, Kelalaian, Tanggung Jawab, Notaris, Pegawai
Penelitian mengenai Kelalaian Notaris Terhadap Perubahan Isi Akta Oleh Pegawai Notaris mempunyai tujuan yaitu untuk menganalisa batasan tanggungjawab notaris terhadap akta yang dirubah isinya oleh pegawai notaris dan untuk menganalisa penerbitan Salinan yang berbeda dengan minuta akta yang dilakukan oleh pegawai notaris merupakan kelalaian dari notaris. Sedangkan Kegunaan Penelitian adalah sebagai sumbangan pemikiran dalam memperkaya wawasan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal ini para pihak yang menggunakan jasa notaris dalam pembuatan akta dalam hubungannya dengan kepastian hukum, sebagai bahan informasi dalam kerangka pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan dalam disiplin ilmu hukum khusunya dalam dunia kenotariatan serta untuk bahan informasi dan bahan pemikiran bagi mereka yang mengadakan penelitian lebih lanjut pada masalah yang sama dari sudut pandang yang berbeda.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif, yaitu adalah metode penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder saja yakni melakukan penulisan dengan jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian hukum normatif. Sifat penelitian ini adalah Preskriptif Analitif, yaitu yaitu mempelajari tujuan hukum, nilai - nilai keadilan, aturan hukum, konsep - konsep hukum dan norma - norma hokum. Tipe penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah theoretical research. Tipe penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah doctrinal research. Penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan juga menggunakan Pendekatan Perbandingan (comparative approach). Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, Kewenangan yang diberikan oleh notaris kepada karyawan/pegawainya adalah bersifat asistensi/membantu, notaris harus tetap teliti dan selalu memeriksa surat-surat yang nantinya sebagai dasar dari pembuatan akta otentik. Jadi pekerja notaris hanya membantu sebatas melengkapi surat-surat yang dibutuhkan dalam pembuatan akta yang akan dibuat. Meski begitu, di dalam praktek pegawai/karyawan notaris pun dapat dituntut melakukan tindak pidana pemalsuan surat terhadap akta yang akan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI