DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERBANDINGAN ANTARA INDEKS DMF-T DENGAN STATUS GIZI KURANG DAN GIZI NORMAL
PENGARANG:ADYTIA RAMADHANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-07-29


Latar Belakang: Status gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan sumber daya manusia dan kualitas hidup. Menurut WHO (2012), jumlah penderita kurang gizi di dunia mencapai 104 juta anak, dan keadaan kurang gizi menjadi penyebab sepertiga dari seluruh penyebab kematian anak di seluruh dunia. Asia Selatan merupakan daerah yang memiliki prevalensi kurang gizi terbesar didunia, yaitu sebesar 46 %, disusul Afrika Timur 28 %, Amerika Latin 7 %, dan yang paling rendah terdapat di Eropa Tengah, Timur, dan Commonwealth of Independent States (CEE/CIS) sebesar 5 %. Status gizi anak akan mempengaruhi proses tumbuh kembangnya. Karies gigi merupakan suatu penyakit mengenai jaringan keras gigi yaitu enamel, dentin dan sementum, berupa daerah yang membusuk pada gigi terjadi akibat proses secara bertahap melarutkan mineral permukaan gigi dan terus berkembang kebagian dalam gigi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalahuntuk menganalisis perbandingan nilai indeks DMF-T antara gizi kurang dan gizi normal pada siswa umur 12-14 tahun di SMPN 1 Aluh-Aluh Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji non-parametrik uji Man Whitney menunjukkan nilai p = 0,038 (p ≤ 0,05), hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan bermaknajumlah karies antara gizi kurang dan gizi normal. Kesimpulan: Pada kelompok gizi kurang jumlah kariesnya lebih tinggi dibandingankan gizi normal.

Kata kunci: indeks dmf-t, karies, status gizi

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI