DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT SUKU DAYAK MERATUS DI DESA HINAS KIRI, HULU SUNGAI TENGAH, KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | LIA LUTFIANA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-07-30 |
Suku Dayak Meratus merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat di sekitar lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah tumbuhan berkhasiat obat, data terkait penggunan tumbuhan serta menetapkan bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan, dan cara penggunaan tumbuhan berkhasiat obat masyarakat Suku Dayak Meratus di Desa Hinas Kiri, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan melakukan wawancara yang dibantu kuesioner semi struktur. Responden pada penelitian ini adalah Balian yang dipilih dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada 38 spesies tumbuhan berkhasiat obat. Secara empiris tumbuhan berkhasiat obat tersebut digunakan untuk obat rematik, asam urat, sakit pinggang, penyakit kuning, bisul, perawatan setelah melahirkan, hipertensi, buang air besar (BAB) berdarah, sakit perut, diare, penyakit lemah lutut, kerumut, cacar air, sakit tulang, sawan, anemia, menghilangkan ketombe, menguatkan kaki agar kuat berjalan dan malaria. Selain itu, digunakan juga untuk kontrasepsi herbal, demam, sakit kepala, sakit gigi, kurap, imunitas, panas dalam, flu, menghentikan pendarahan, obat kuat, batuk berdarah, mengharumkan aroma rokok, gusi bengkak, diabetes, ambien dan kelainan ginjal. Bagian tumbuhan berkhasiat obat yang paling sering digunakan oleh masyarakat Suku Dayak Meratus adalah akar (28,94%), selanjutnya diikuti oleh bagian kulit batang (26,32%), daun (15,78%), batang (18,48%), buah (2,63%), bunga (2,63%, rimpang (2,63%), dan umbi (2,63 %). Bagian tumbuhan yang digunakan dapat diolah dengan 11 cara pengolahan yaitu dengan cara direbus, direbus dan ditambah gula, dikerok, dikerok dan dicampur dengan bahan lain, dimasak, ditumbuk, diremas, dipanaskan di atas api, direndam dengan air, diambil getahnya dan dicampur dengan air, diambil atau dipotong langsung bagian yang ingin digunakan. Setelah diolah, bagian tumbuhan yang berkhasiat dapat digunakan dengan cara diminum, dioleskan, ditempel, dimakan, digosok dandikompres.
Kata kunci : Studi Etnobotani, Tumbuhan Obat, Dayak Meratus
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI