DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | TRADISI ARISAN BAKAJIAN BINIAN PADA MASYARAKAT RT 05 DAN RT 06 DESA BANUA RANTAU KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG | |
| PENGARANG | : | RAUDAH | |
| PENERBIT | : | FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN | |
| TANGGAL | : | 2017-12-22 |
Kata kunci: Tradisi, Arisan Bakajian, Perempuan
Tradisi yang berkembang secara umumnya banyak mengalami
kemunduran seperti percampuran budaya, kurang relevan, pemudaran hingga
tradisi yang ada sampai hilang. Namun tradisi yang masih dipertahankan oleh
sekelompok masyarakat dapat dijumpai di RT 05 dan RT 06 Desa Banua Rantau
adalah tradisi membaca Al-quran yang dilakukan dalam bentuk arisan yang
disebut dengan arisan bakajian binian. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
mengetahui nilai-nilai sosial dalam tradisi arisan bakajian binian, (2) untuk
mengetahui norma-norma yang mengikat tradisi arisan bakajian binian sehingga
tetap bertahan, dan (3) mengetahui pandangan masyarakat terhadap tradisi arisan
bakajian binian.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Sumber data dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian yang digunakan
adalah analisis dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan
kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian di Desa Banua Rantau Kecamatan Banua
Lawas Kabupaten Tabalong, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai-nilai
sosial dalam tradisi arisan bakajian binian adalah nilai gotong royong yang
terwujud dalam membantu pada saat kegiatan yaitu membantu membagikan
makanan dan minuman dan sesudah kegiatan arisan membantu membersihkan
piring dan gelas yan telah digunakan, nilai tanggung jawab terwujud dalam
tabungan gula, dan nilai sosial ini berfungsi sebagai alat solidaritas. (2) norma
yang mengikat tradisi arisan bakajian binian adalah norma agama yakni membaca
Al-quran merupakan perintah Tuhan sehingga mereka tetap terpacu untuk
membaca Al-quran dan sadar akan baiknya membaca Al-quran. (3) pandangan
masyarakat terhadap tradisi arisan bakajian binian masyarakat menganggap
tradisi bernilai positif dalam membentuk perilaku, transfer ilmu agama, dan
melestarikan kebudayaan adapun pandangan negatif yaitu memiliki kegiatan yang
banyak dan membutuhkan waktu yang lama sehingga belum adanya kesiapan
masyarakat untuk ikut bergabung dan menjadi bagian dari kegiatan arisan
bakajian binian.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada masyarakat dan
pemerintah tetap melestarikan tradisi yang dimiliki dan masyarakat yang tidak
mengikuti tradisi bisa ikut berpartisipasi bergabung dalam kelompok arisan
tersebut. Hendaknya peran pemerintah akan hal itu juga ikut terlibat di dalam
pelestarian dan perkembangan tradisi arisan bakajian binian.
| NO | DOWNLOAD LINK |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI