DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pemanfaatan Limbah Daun Nanas (Ananas comosus) sebagai Katalis Heterogen
PENGARANG:NURUL PALUPI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-09-16


Nanas (Ananas comosus) merupakan salah satu tanaman buah tropis dengan produksi terbesar kedua setelah pisang dan menjadi komoditas buah yang penting di Indonesia. Daerah potensi nanas terbesar di Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Barito Kuala. Nanas varietas Tamban telah ditetapkan menjadi varietas unggul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2088/Kpts/S.R.1200/5/2009 tanggal 7 Mei 2009. 

Pemanfaatan tanaman nanas selama ini hanya sebatas pada buah dan kulitnya, sedangkan daun nanas relatif belum banyak dimanfaatkan sehingga limbah daun nanas di daerah ini akan semakin meningkat. Tujuan dari penelitian adalah untuk memanfaatkan potensi yang ada pada limbah daun nanas dengan mengekstraksi silika yang terkandung di dalamnya sebagai katalis heterogen, selain itu juga untuk mengetahui potensi silika dari daun nanas sebagai katalis heterogen dalam mengkonversi gliserol menjadi triasetin. 

Penelitian diawali dengan preparasi daun nanas dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 800oC. Tahap selanjutnya adalah pengujian hasil kalsinasi daun nanas dengan XRF, serta proses ekstraksi silika dan proses produksi triasetin. Reaksi pembentukan triasetin dilakukan dengan proses esterifikasi antara gliserol dan asam asetat menggunakan katalis asam dengan perbandingan mol reaktan 1:7 pada suhu reaksi 100oC dan waktu reaksi 180 menit serta dengan variasi konsentrasi katalis 3% dan 5% dari berat gliserol. Katalis yang digunakan ada dua jenis yaitu katalis heterogen berupa silika dari daun nanas dan katalis homogen berupa asam sulfat (H2SO4) yang merupakan katalis komersil sebagai pembandingnya. Produk akhir yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan GC-MS untuk mengetahui terbentuknya triasetin. 

Hasil kalsinasi daun nanas pada suhu 800oC diperoleh material sebesar 4,61% dari berat kering daun nanas. Pada pengujian XRF terhadap hasil kalsinasi daun nanas menunjukkan adanya kandungan silika (SiO2) sebesar 38,161%. Hasil analisis GC-MS pada proses esterifikasi antara gliserol dan asam asetat menunjukkan bahwa pada reaksi tersebut telah berhasil mengkonversi gliserol menjadi triasetin. Hal ini berarti bahwa silika yang dihasilkan dari daun nanas dapat berfungsi sebagai katalis heterogen pada proses produksi triasetin. Pada pengujian silika sebagai katalis heterogen dalam mengkonversi gliserol diperoleh konsentrasi katalis silika terbaik yaitu 3% dari berat gliserol dengan nilai konversi gliserol sebesar 2,52% dan selektivitas triasetin sebesar 100%.

Rekomendasi dari penelitian yang telah dilakukan yaitu dapat membuat silika dari sumber terbarukan sehingga mengurangi ketergantungan pada impor. Di sisi lain mampu mengurangi cemaran limbah akibat belum dioptimalkannya dalam berbagai produk yang bernilai, antara lain seperti silika yang merupakan material harapan masa depan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI