DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) PADA USAHA AMPLANG KARYA BAHARI DI SAMARINDA | |
| PENGARANG | : | MAULIDA SILVIA ARIANTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-09-17 |
Tujuan dari penelitian ini adalah: (i) Untuk menganalisis pengendalian kualitas produk yang diterapkan pada usaha Amplang Karya Bahari berdasarkan alat bantu Statistical Quality Control (SQC), (ii) Untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan/ kecacatan produk pada usaha Amplang Karya Bahari di Samarinda.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaituadalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Definisi operasional pada penilitian ini yaitu (i) Proses pengendalian kualitas, (ii) Alat ukur pengendalian kualitas. Jenis dan sumber data menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari objek penelitian. Teknik pengumpulan data yaitu (i) observasi, (ii) interview, (iii) dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu : (i) mengumpulkan data (check sheet), (ii) histogram, (iii) membuat peta kendali, (iv) diagram sebab akibat, (v) usulan perbaikan.
Hasil dari penelitian ini adalah pengendalian kualitas dalam menjaga kualitas adalah sebagai berikut: (i) Prosedur pengendalian kualitasamplang karya bahari adalah sebagai berikut: a. Pengerikan ikan, b. Pengolahan bahan baku, c. Proses pencetakan adonan, d.proses penggorengan amplang, e. penirisan, pengemasan produk.
Kesimpulan: (i) Pengendalian kualitas pada usaha Amplang Karya Bahari yang diterapkan pada sudah pada batas kendali. Dapat dilihat pada p-chart, batas kendali atas (UCL) sebesar 1 dan batas kendali bawah (LCL) sebesar 0,3362 dalam keadaan terkendali atau batas wajar, namun pada kenyataannya masih terdapat produk yang mengalami kerusakan atau kecacatan dalam produksi pengolahan amplang.(ii) Faktor kerusakan atau kecacatan yang disebabkan oleh pengemasan produk yang kurang melekat pada kemasan. Hal ini terjadi akibat kelalaian/kurangnya ketelitian dari karyawan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI