DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PENGARUH OLAHAN KOMPOS MASYARAKAT TERHADAP SIFAT TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON LAUT (PARASERIANTHES FALCATARIA, L) PADA AREAL REKLAMASI PASCA TAMBANG BATUBARA | |
| PENGARANG | : | ACHMAD SYAUQIE | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-09-23 |
ABSTRAK
Syauqie, Achmad. 2018.Pengaruh Olahan Kompos Masyarakat Terhadap Sifat Tanah Dan Pertumbuhan Sengon Laut (Paraserianthes falcataria,L) Pada Areal Reklamasi Pasca Tambang Batubara. Tesis.Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS, Dr. Ir.Bambang Joko P., MP, Dr. Kissinger, S.Hut, M.Si.
Kata kunci: Revegetasi, sengon, kompos, posisi lereng, diameter dan tinggi
Kegiatan reklamasi merupakan usaha untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi yang rusak agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya (Peraturan Pemerintah Nomor 76 tahun 2008). Salah satu komponen penting dalam reklamasi adalah revegetasi atau penanaman kembali.Perbaikan kualitas lahan dalam revegetasi perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan revegetasi. Pemberian bahan organik merupakan kunci pokok perbaikan lapisan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi olahan kompos masyarakat dan mengetahui pengaruh pemberian kompos terhadap pertumbuhan tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria) yang berlokasi di puncak, lereng dan lembah.
Penelitian dilakukan di lahan revegetasi Out Pit Dump (OPD) PT. Berau Usaha Mandiri.Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 6 (enam) bulan pengukuran.Metode analisis yang digunakan untuk analisis kompos adalah sesuai prosedur standar analisis bahan kimia kompos.Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode tanah tidak terusik (sifat fisik) dan metode tanah terusik (sifat kimia).Pengujian dilakukan di laboratorium tanah Pusat Penelitian Lingkungan Hidup ULM Banjarbaru.Metode analisis yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah posisi topografi yaitu puncak, lereng dan lembah. Faktor kedua adalah dosis pupuk terdiri dari dosis 1 kg, 2 kg, 3 kg dan tanpa pemberian kompos. Pertumbuhan yang dinilai adalah ukuran diameter dan tinggi tanaman. Pengaruh terbaik dari pemberian kompos dan posisi lereng terhadap pertumbuhan diameter dan tinggi tanaman sengon dianalisis dengan uji lanjut Beda Nilai Tengah (BNT).
Karakteristik kimia kompos berdasarkan kategori kesuburan tanah termasuk kategori tinggi dan sangat tinggi.Karakteristik kimia kompos bila dibandingkan dengan standar mineral kualitas kompos dalam Peraturan Menteri No.2/Pert.HK.060/2/2006, kandungan C-organik masih di bawah standar (>12), persentase P dan K juga di atas standar (<5), dan unsur Fe berlebih (maksimal 0.4). Kandungan unsur kimia dalam kompos ini diduga dapat memicu perubahan kandungan hara tanah yang membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Pemberian kompos dosis 1 kg, 2 kg dan 3 kg memberi peningkatan kesuburan tanah, terutama dari peningkatan C-organik, P2O5, K2O. Pemberian kompos dosis 1 kg dan 3 kg dapat meningkatkan permiabilitas tanah pada posisi lereng yang bervariasi.Beberapa variasi yang terjadi diduga disebabkan variasi media tanah lapangan sebagai dampak dari penataan lahan yang tidak tepat, terutama saat kegiatan penaburan tanah pucuk.
Kombinasi perlakuan dosis kompos dan posisi lereng signifikan mempengaruhi pertambahan diameter dan tinggi tanaman.Perlakuan posisi lereng secara mandiri tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap pertumbuhan diameter dan tinggi tanaman. Pemberian kompos dosis3 kg menunjukkan nilai terbesar pada ukuran diameter dan tinggi tanaman sengon.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI