DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI BAGIAN TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION (DI) DIKOMBINASIKAN DENGAN MODEL PROBLEM BASSED LEARNING (PBL) DAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN MELAYU TENGAH
PENGARANG:NOOR ZAIDAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-11-22


ABSTRAK

 

Noor Zaidah, 2018. “Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan Menggunakan Model Pembelajaran Direct Instruction (DI) Dikombinasikan dengan Model Problem Bassed Learning (PBL) dan Make a Match  pada Siswa Kelas IV SDN Melayu TengahSkripsi S1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Sulistiyana, S.Pd.,M.Pd.

 

Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Model Direct Instruction (DI), Model Problem Bassed Learning (PBL) dan Make a Match.

 

Permasalahan yang dihadapi siswa adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi struktur dan fungsi bagian tumbuhan, dimana siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa pasif dalam pembelajaran, kurang antusias, dan kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa serta menganalisis hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instruction (DI) dikombinasikan dengan Model Problem Bassed Learning (PBL) dan Make a Match  pada mata pelajaran IPA materi struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada siswa Kelas IV SDN Melayu Tengah.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun setting penelitian ini dilaksanakan di SDN Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, pada semester I Tahun Ajaran 2018/2019 dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV dengan jumlah siswa 10 orang yang terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 7 orang dan siswa perempuan sebanyak 3 orang.

Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar melalui hasil evaluasi siswa pada setiap akhir pembelajaran dan data kualitatif diambil dari hasil lembar observasi aktivitas guru dan siswa selama dalam proses pembelajaran. Indikator keberhasilan aktivitas guru apabila mendapat skor 39-48 dengan kriteria “Sangat Baik”, aktivitas siswa apabila mencapai skor sebesar 82% dengan kriteria “Sangat Aktif”, hasil belajar siswa nilai > 70 berdasarkan KKM dan ketuntasan klasikal mencapai > 80% dari seluruh siswa mendapat nilai ketuntasan individual > 70.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kualitas pada aktivitas guru siklus I pertemuan 1 skor 29 dengan kriteria “Cukup Baik”, siklus II pertemuan 2 skor 45 dengan kriteria “Sangat Baik”, aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 kategori “Kurang Aktif”, siklus II pertemuan 2 kategori “Sangat Aktif”, hasil belajar siswa siklus I pertemuan 1 mencapai ketuntasan klasikal 30%, siklus II pertemuan 2 mencapai ketuntasan klasikal 100%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Direct Instruction (DI) Dikombinasikan dengan Model Problem Bassed Learning (PBL) dan Make a Match, maka hasil belajar siswa meningkat sesuai harapan. Untuk itu disarankan kepada guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang efektif meningkatkan hasil belajar siswa dan memotivasi siswa agar tertarik serta berminat dalam melaksanakan pembelajaran.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI