DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELAKUKAN WAWANCARA MELALUI KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRATION DAN ROLE PLAYING SISWA KELAS V SDN HANDIL PURAI 2 KABUPATEN BANJAR | |
| PENGARANG | : | SALBIYAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-12-26 |
ABSTRAK
Salbiyah.2019. Meningkatkan Hasil Belajar Melakukan Wawancara Melalui Kombinasi Model Pembelajaran Demonstration dan Role Playing Siswa Kelas V SDN Handil Purai 2 Kabupaten Banjar. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing; Prof. H. Rustam Effendi, M.Pd, Ph.D.
Kata Kunci: Hasil Belajar Melakukan Wawancara Model Demonstration dan Role Playing
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN Handil Purai 2 Kabupaten Banjar mata pelajaran Bahasa Indonesia semester I tentang materi melakukan wawancara disebabkan pembelajaran yang dilakukan belum melibatkan siswa secara aktif, karena penggunaan metode pembelajaran cenderung satu arah, minat siswa kurang dalam belajar, siswa kurang mampu memahami konsep keterampilan berbicara dengan baik dan benar sehingga untuk memecahkan masalah yang ada siswa kurang kreatif serta kurang percaya diri untuk tampil mempresentasekan. Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan kombinasi Model Pembelajaran Demonstration dan Role Playing. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran wawancara.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 2 siklus, terdiri dari 2 kali pertemuan dengan tahapan Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Handil Purai 2 Kabupaten Banjar tahun ajaran 2018/2019, jumlah 15 siswa terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa hasil belajar siswa dan data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Indikator keberhasilan PTK ini adalah aktivitas guru mencapai kategori’’ Sangat Baik’’, aktivitas siswa mencapai kategori’’Sangat Aktif, dan secara klasikal berhasil apabila 80% siswa mendapat nilai ≥ 72.
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor 62 dan 80 kemudian meningkat pada siklus II dengan skor 91 dan 96. Aktivitas juga mengalami peningkatan pada siklus I secara klasikal 44,97% dan 71,66% menjadi 78,32% dan 91,66% pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari ketuntasan klasikal 33,33% dan 66,67% di siklus I menjadi 86,60% dan 93,33% di siklus II.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan kombinasi model pembelajaran Demonstration dan Role Playing dapat meningkatkan kemampuan berbicara melakukan wawancara secara lisan dapat memperbaiki aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa serta disarankan kepada guru, kepala sekolah, da peneliti lain agar dapat memilih model yang tepat sesuai bagi pembelajaran seperti kombinasi model pembelajaran Demonstration dan Role Playing.
ABSTRACT
Salbiyah.2019. Improving Learning Outcomes Conducting Interviews Through a Combination of Demonstration Learning Models and Role Playing Students in Class V SDN Handil Purai 2, Banjar District. Thesis S1 Elementary School Teacher Education Program. Faculty of Teacher Training and Education. Lambung Mangkurat University Banjarmasin. Adviser; Prof. H. Rustam Effendi, M.Pd, Ph.D.
Keywords: Learning Outcomes Conducting Demonstration and Role Playing Model Interviews
The problem of this research is the low student learning outcomes of grade V SDN Handil Purai 2 Banjar Regency Indonesian subjects in the first semester about the material of conducting interviews because learning is not involved students actively, because the use of learning methods tends to be one-way, students' interest is less in learning, students are less able to understand the concept of speaking skills properly and correctly so as to solve existing problems students are less creative and lack the confidence to appear presentations. To overcome these conditions a combination of Demonstration Learning Models and Role Playing is needed. The purpose of this research is to find out the activities of teachers, student activities, and student learning outcomes in following interview learning.
This type of research is Classroom Action Research (CAR) carried out in 2 cycles, consisting of 2 meetings with the stages of Planning, Implementation, Observation, and Reflection. The subject of the research is the fifth grade students of SDN Handil Purai 2 Banjar Regency in the academic year 2018/2019, the number of 15 students consists of 10 men and 5 women. The data obtained are quantitative data in the form of student learning outcomes and qualitative data in the form of observations of teacher activities and student activities. Indicators of the success of this CAR are the teacher's activities reaching the '' Very Good '' category, student activities reaching the category 'Very Active, and classically successful if 80% of students get a grade of' 72.
The results showed that teacher activity in cycle I gained a score of 62 and 80 and then increased in cycle II with a score of 91 and 96. Activities also increased in the first cycle classically 44.97% and 71.66% to 78.32% and 91, 66% in the second cycle. Student learning outcomes increased from classical completeness 33.33% and 66.67% in the first cycle to 86.60% and 93.33% in the second cycle.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI