DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU TK DI KECAMATAN BANJARBARU SELATAN | |
| PENGARANG | : | HEFIANUR ADJRIYANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2019-12-27 |
Kata Kunci : Stres Kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Guru
Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres kerja dan motivasi kerja dengan
kinerja guru TK di kecamatan Banjarbaru Selatan. Hipotesis yang di uji adalah diduga stres kerja
ada hubungan signifikan dengan kinerja guru, diduga motivasi kerja ada hubungan yang
signifikan dengan kinerja guru, diduga stres kerja dan motivasi kerja ada hubungan signifikan
dengan kinerja guru TK di kecamatan Banjarbaru Selatan. Adapun tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mendapatkan bukti bahwa stres kerja ada hubungannya dengan kinerja guru, bahwa
motivasi ada hubungannya dengan kinerja guru, bahwa stres kerja dan motivasi kerja dengan
kinerja guru.
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru TK di Kecamatan Banjarbaru Selatan
dengan jumlah 211 dari 31 TK di Kecamatan Banjarbaru Selatan sebagai sampel dari populasi
211 yaitu 137 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan porpotional random
sampling. Metode penelitian yang digunakan kuesioner yang dibagikan pada responden sebagai
cara untuk mengumpulkan informasi mengenai pendapat guru tentang persepsi stres kerja dan
motivasi kerja dengan kinerja guru. Untuk menentukan validitas dan reliabilitas data serta untuk
uji regresi linear sederhana dan ganda guna mengetahui tingkat signifikan dan menguji hipotesis
yang diperlukan.
Analisis regresi menunjukkan hasil sebagai berikut: ada hubungan yang negatif stres
kerja dengan kinerja guru yaitu sebesar rx1y= 0,555 dengan p = 0,000 (p>0,05) terdapat
35,0% berada pada klasifikasi tinggi, 48,9% berada pada klasifikasi sedang, dan 16,1% pada
klasifikasi rendah, ada hubungan positif motivasi kerja dengan kinerja guru yaitu sebesar
rx2y= 0,319 dengan p=0,001 (p<0,001) terdapat 5% berada pada klasifikasi tinggi, 18,2%
berada pada klasifikasi sedang, 80,3 % pada klasifikasi rendah, ada hubungan yang positif antara
stres kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru. Dengan nilai F
hitung = 12,201 dengan p=0,000 (p<0,01).
Penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata stres kerja tidak selamanya berdampak buruk.
Terlihat dari persamaan regresi jika stres kerja meningkat diimbangi dengan motivasi kerja
yang meningkat maka akan mengakibatkan kinerja guru juga meningkat pula. Yang
dimaksud dalam penelitian ini adalah stress kerja yang masih dalam batasan wajar artinya guru
masih bisa bekerja dengan baik, guru juga mempunyai kesehatan yang bagus dan guru
masih memiliki motivasi untuk bekerja. Justru itu motivasi kerja merupakan pendorong
guru untuk meningkatkan kinerja walaupun mereka memperoleh tekanan (stress) dalam
bekerja. Dapat disimpulkan dengan adanya motivasi kerja yang tinggi maka kinerja yang
dihasilkan oleh seorang guru juga akan meningkat. Stres kerja juga memiliki peranan dalam
menentukan kinerja yang dihasilkan. Semakin tinggi tingkat stres seorang guru dalam
menjalankan tugasnya, maka semakin kurang pula kinerja yang di hasilkannya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI