DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DAYAK MERATUS DESA JUHU DALAM PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN HUTAN KAWASAN PEGUNUNGAN MERATUS
PENGARANG:REZKY MULYAWAN NOOR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2019-12-31


Masyarakat Dayak Meratus di desa Juhu memiliki kearifan lokal dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Desa Juhu berada di pedalaman pegunungan Meratus. Belum banyak dilakukan penelitian mengenai aktivitas pemanfaatan dan pengelolaan hutan Meratus oleh masyarakat Dayak Meratus di desa Juhu. Penelitian Etnoekologi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Dayak Meratus Desa Juhu mengenai hutan Meratus dan mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat Dayak Meratus desa Juhu dalam pemanfaatan dan pengelolaan hutan dan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli  hingga Oktober 2019 dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnoekologi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling menggunakan teknik wawancara dan observasi terlibat. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dayak Meratus Desa Juhu memiliki persepsi bahwa hutan adalah objek vital sehingga harus tetap dijaga dan diletarikan karena berperan penting bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat memanfaatkan dan mengelola hutan sesuai dengan kearifan lokal berupa aktivitas atau ritual adat seperti rangkaian bahuma, bakabun, dan berburu. Kearifan lokal berupa nilai atau norma seperti kesadaraan melestarikan hutan, tidak menebang pohon sembarangan, menjaga etika, dan tidak sembarangan masuk hutan. Kearifan lokal berupa hukum adat yang berlaku sistem denda. Persepsi dan Kearifan lokal masyarakat harus dipertahankan dan diajarkan karena terbukti memiliki dampak positif bagi kelestarian hutan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI