DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERBANDINGAN AKTIVITAS DAYA HAMBAT SEDIAAN TUNGGAL DENGAN KOMBINASI INFUS Phyllanthus niruri DAN Peperomia pellucida TERHADAP Escherichia coli
PENGARANG:LUTFIA PAPITA DERIZKY RAHMAYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-02


Phyllanthus niruri (meniran) dan Peperomia pellucida (sirih cina) dimanfaatkanmasyarakatKalimantansebagaiobatherbal.Keduanyamemilikiefek antibakteri karena mengandung senyawa aktif berupa alkaloid, flavonoid, fenol, antrakuinon, tanin, steroid, dan terpenoid. Obat herbal dapat digunakan dalam bentuk tunggal maupun kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaanaktivitasdayahambatoptimumsediaantunggaldengankombinasiinfus meniran dan sirih cina terhadap Escherichia coli (E. coli). Metode yang digunakan ialahmetodetrue-experimentaldenganrancanganpost-testonlywithcontrolgroup design. Perlakuan yang digunakan ialah sediaan tunggal dan kombinasi infus meniran dan sirih cina dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%. Gentamisin dan akuades digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Data yang dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji Post-hoc Duncan (α=0,05) ditemukan perbedaan yang berbeda bermakna (p<0,05) antara kelompok sediaan tunggal dan kombinasi. Zona hambat terbesar dari perlakuan sediaan infus dihasilkan oleh sediaan kombinasi meniran 40% + sirih cina 40% (19,62±0,40 mm). Efek sinergis terlihat pada perlakuan sediaan kombinasi yang memiliki zona hambat lebih besar dibandingsediaantunggal,namunaktivitasdayahambattersebutmasihbelumbisa menyamai zona hambat gentamisin (22,69±0,03 mm) berdasarkan uji statistik. Disimpulkan bahwa sediaan kombinasi memiliki zona hambat lebih besar dibandingsediaantunggal,namunbelumdapatmenghasilkandayahambatoptimal terhadap E. coli ATCC25922.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI