DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL TERHADAP ZAT ADITIF JENIS WETFIX-BE | |
| PENGARANG | : | NOOR RIZKI HUSAINI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-04 |
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL TERHADAP ZAT ADITIF JENIS WETFIX-BE
Oleh: Noor Rizki Husaini, Pembimbing: Ir. Yasruddin, M.T
ABSTRAK
Hilangnya ikatan atau Adhesi dari suatu campuran aspal disebabkan oleh melemahnya ikatan antara butiran agregat dan aspal. Untuk mempertahankan dan meningkatkan sifat dan kinerja aspal tersebut salah satunya dengan mencoba menambahkan bahan Zat Aditif yang mana dalam penelitian ini akan menggunakan Zat Aditif jenis WetFix-BE merupakan suatu aditif yang dapat merubah sifat aspal dan agregat, meningkatkan daya lekat dan ikatan, serta mengurangi efek negatif dari air dan kelembaban sehingga menghasilkan permukaan berdaya lekat tinggi.
Metodologi Penelitian dilakukan dengan tahapan pembuatan benda uji campuran aspal dengan Kadar Aspal Rencana 4,5%-6,5% dari benda uji tersebut kemudian didapatkan kadar aspal optimum (KAO). Campuran aspal dari kadar aspal optimum diberi bahan Zat Aditif Wetfix-Be sebesar antara 0,1%-0,5%. Analisa hasil percobaan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik marshall, yaitu pengaruh penambahan aditif Wetfix-Be terhadap kepadatan campuran (density), stabilitas (Stability), kelelehan (Flow), rongga dalam campuran (VIM/Voids in Mixture), rongga dalam agregat (VMA/Voids In Mineral Aggregate), rongga terisi aspal (VFB/Voids Filled Bitumen), hasil bagi marshall (Marshall Quotient/MQ), kepadatan mutlak (Refusal Density), Immersion Test. Hasil dari pengujian ini kemudian dianalisis berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018.
Berdasarkan hasil uji laboratorium didapatkan karakteristik Marshall campuran aspal Ac-Wearing Course tanpa ditambahkan zat aditif Wetfix-Be dengan kadar aspal optimum 5,75% yaitu Stabilitas memenuhi syarat 800 Kg sebesar 988 Kg, Kelelehan/Flow memenehui syarat 2-4mm yaitu sebesar 3,30 mm, Rongga dalam campuran (VIM) memenuhi persyaratan 3%-5% yaitu sebesar 4,44%, Rongga dalam agregat memenuhi batas minimum 15% yaitu sebesar 15,70%, Rongga terisi aspal (VFB) memenuhi persyaratan minimal 65% yaitu sebesar 71,75%, Kepadatan (density) sebesar 2,284 g/cm3 , Marshall Quotient (MQ) yaitu sebesar 299 kg/mm. Berdasarkan hasil uji laboratorium karakteristik Marshall campuran aspal Ac-Wearing Course dengan ditambahkan zat aditif Wetfix-Be 0,3 % dengan kadar aspal optimum 5,75% yaitu Stabilitas memenuhi syarat 800 Kg sebesar 1071 Kg, Kelelehan/Flow memenehui syarat 2-4mm yaitu sebesar 3,50 mm, Rongga dalam campuran (VIM) memenuhi persyaratan 3%-5% yaitu sebesar 4,76%, Rongga dalam agregat (VMA) memenuhi batas minimum 15% yaitu sebesar 15,95%, Rongga terisi aspal (VFB) memenuhi persyaratan minimal 65% yaitu sebesar 70,16%, Kepadatan (density) sebesar 2,277 g/cm3 , Marshall Quotient (MQ) yaitu sebesar 306 kg/mm. Pengujian keawetan/durabilitas aspal (ketahanan campuran aspal terhadap pengaruh air) dengan pengujian immersion dengan menggunakan atau tanpa menggunakan zat Aditif jenis Wetfix-Be. Pengaruh penggunaan aditif Wetfix-Be sebesar 0,3% terhadap tingkat keawetan/durabilitas pada awalnya sebesar 90,72% pada kadar aspal optimum (KAO) 5,75% setelah penggunaan aditif Wetfix-Be 0,3% menjadi 93,49% artinya terjadi kenaikan sebesar 2,77%. Nilai tersebut memenuhi persyaratan minimal 90% menurut Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018.
Kata Kunci : AC/WC, Aditif, Karakteristik Marshall, Wetfix-Be
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI