DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS ANGKUTAN PERKOTAAN DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | FAJAR PUTRA NUGROHO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-04 |
ABSTRAK
ANALISIS ANGKUTAN PERKOTAAN DI KOTA BANJARMASIN
Fajar Putra Nugroho 1720828310012
Dr. Iphan Fitrian Radam, S.T., M.T.
Kota Banjarmasin merupakan pusat tarikan perjalanan dari beberapa daerah sekitarnya. Sehingga masyarakat membutuhkan pelayanan transportasi yang memadai (nyaman,terjangkau dan tepat waktu). Angkutan kota sekarang yang beroperasi masih belum memadai baik dari segi sarana, prasarana dan operasional pelayanan. Sedangkan tuntutan masyarakat akan pelayanan transportasi semakin meningkat baik dari kuantitas dan kualitas. Kondisi angkutan kota yang seperti ini menyebabkan angkutan kota di Kota Banjarmasin semakin kurang diminati oleh masyarakat. Sehingga perlu dilakukan analisis angkutan perkotaan yang baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari hasil analisis untuk memenuhi pelayanan angkutan perkotaan yang sesuai demand dibutuhkan Koridor hasil perencanaan sebanyak 13 koridor pelayanan dengan 9 koridor merupakan koridor utama dan 4 koridor merupakan koridor feeder dengan panjang pelayanan sebesar 186,05 km. Koridor terpendek adalah koridor 13 (Jend. Sudirman 0 km - Kuin Selatan) dengan 8,51 km sedangkan koridor terpanjang adalah koridor 11 (RS. Anshari Saleh – Trisakti) dengan panjang pelayaanan 20,26 km. Waktu tempuh perjalanan rata – rata untuk tiap koridor sekitar 59 menit. Dengan rencana armada untu koridor utama dilayani oleh bus kapasitas 19 tempat duduk dan koridor feeder dengan mobil penumpang umum kapasitas 11 tempat duduk sehingga jumlah armada yang diperlukan untuk melayani ke – 13 koridor tersebut dengan pendekatan optimis asumsi load factor sebesar 70% adalah 167 unit dengan rincian 97 unit armada untuk koridor utama dan 70 unit armada untuk koridor feeder sedangkan dengan menggunakan pendekatan pesimis jumlah armada yang dibutuhkan sebanyak 16 unit terdiri dari 10 unit armada untuk koridor utama dan 6 unit armada untuk koridor feeder. Dari perbandingan kinerja angkutan hasil perencanaan dibandingkan dengan kinerja angkutan eksisting terjadi perbaikan kinerja seperti aksesibilitas yang lebih tinggi dengan panjang pelayanan mencapai 173,58 km dibanding sebelumnya hanya 151,38 km sehingga cakupan pelayanan angkutan bisa semakin jauh menjangkau wilayah Kota Banjarmasin, tumpang tindih yang sebelumnya 26,20% turun menjadi hanya 6,70%. Kata kunci: angkutan perkotaan, koridor, kinerja angkutan
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI