DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Evaluasi Kinerja Jalan Dengan Ada Dan Tidaknya U-turn Di Jalan Letjend S. Parman Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
PENGARANG:ROSA WIDYA HARDIYATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-04


EVALUASI KINERJA JALAN DENGAN ADA DAN TIDAKNYA U-TURN DI JALAN LETJEND S. PARMAN KOTA BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Oleh : Rosa Widya Hardiyati, Pembimbing : Dr.Ing. Puguh Budi Prakoso, S.T.,M.Sc

                                                       ABSTRAK

                Salah satu kemacetan yang sangat dirasakan oleh masyarakat Kota Banjarmasin adalah yang terjadi pada ruas Jalan Letjend S. Parman Banjarmasin pada putar balik arah di depan KODIM 1007 Banjarmasin dan di depan Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Pada ruas Jalan Letjend S. Parman Banjarmasin terdapat beberapa titik bukaan median yang memungkinkan kendaraan merubah arah perjalanan berupa gerakan putar balik arah atau di istilahkan sebagai gerakan u-turn. Dengan adanya gerakan u-turn tersebut kemacetan yang terjadi semakin bertambah parah dan berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas akan semakin besar, terutama di titik-titik konflik yang memiliki fasilitas bukaan median. Oleh karena itu, perlu di adakan penelitian mengenai evaluasi kinerja jalan dengan ada dan tidaknya u-turn di Jalan Letjend S. Parman  Banjarmasin.

                Metode yang digunakan yakni dengan berdasarkan Model Hubungan Karakteristik Lalu Lintas, Metode Analisa Regresi dan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.
                Setelah dievaluasi, maka disimpulkan bahwa
Model hubungan karakteristik yang digunakan adalah model eksponensial (underwood), dengan hasil :Batola – Banjarmasin = Smax sebesar 32,59 km/jam dan Fmax sebesar 1963 smp/jam dan Banjarmasin – Batola = Smax sebesar 37,72 km/jam dan Fmax sebesar 1387,46 smp/jam. Setelah diterapkan beberapa skenario bahwa semua putar balik arah di ruas Jalan Letjend S. Parman Banjarmasin lebih baik dibuka saja yang menunjukan semua skenario V ditutupnya u-turn 3 didapat indeks tingkat pelayanan B sedangkan semua skenario VI dengan kondisi perencanaan lebar 50 cm didapat penurunan tetapi masih di indeks tingkat pelayanan B. Alangkah baiknya jalan tersebut dilakukan pelebaran jalan agar indeks tingkat pelayanan lebih baik.

 

Kata kunci : Putar Balik Arah, Skenario, Indeks Tingkat Pelayanan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI