DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:KHAIRUN NAILUFAR
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-06


ABSTRAK
ANALISIS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL
DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
KHAIRUN NAILUFAR
NIM. 1720828320023
Prof. Dr. Ir. Rusdi H. A., MSc
Permukiman adat dikenali sebagai kelompok sosial budaya yang bersifat lokal, relatif kecil, tertutup,
tertinggal, homogen, terpencar dan berpindah-pindah atau pun menetap yang kehidupannya masih
berpegang teguh pada adat istiadat, pada kondisi geografis yang sulit dijangkau, penghidupannya
tergantung pada sumber daya alam setempat dengan teknologi sederhana. Hal ini memberikan gambaran
tentang kondisi keterisolasian, ketertinggalan dan keterbelakangan. Pemerintah selaku institusi hendaknya
mampu mengeluarkan kebijakan pembangunan infrastruktur ataupun non infrastuktur yang mencakup
pelayanan melalui pendekatan terhadap indeks kepuasan layananan infrastruktur atau non infrastruktur tadi
pada masyarakat setempat secara adil dan mensejahterakan masyarakat komunitas adat terpencil (KAT).
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui status keterpencilan KAT dan menyusun kebijakan
pembangunan infrastruktur permukiman KAT yang sesuai dan dapat diterapkan di lokasi penelitian.
Obyek penelitian ini adalah KAT Haruyan Dayak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Data yang dianalisis
terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
deskriptif, analisis keterpencilan, analisis indeks kepuasan masyarakat (IKM) dan gap analysis yang
didahului dengan uji validitas dan reliabilitas data. Untuk analisis keterpencilan digunakan 3 (tiga) aspek
yang terbagi menjadi 12 item penelitian. Sedangkan pada gap analysis digunakan 6 (enam) aspek yang
terbagi menjadi 36 variabel dengan 6 (enam) variabel pada setiap aspek.
Kondisi umum infrastruktur pemukiman pada obyek penelitian menunjukkan bahwa KAT Haruyan Dayak
yang dihuni oleh 54 kepala keluarga (KK) memiliki 1 (satu) sarana pendidikan, 1 (satu) sarana kesehatan,
memiliki sumber air bersih yaitu sungai dan transportasi yang digunakan adalah transportasi darat (roda
dua/jalan setapak), selain itu infrastruktur yang belum ada pada permukiman KAT adalah sarana
peribadatan, jaringan listrik dan sanitasi. Hasil penilaian keterpencilan dari 54 responden sebesar 41,04
masuk Kategori II, yaitu KAT cukup terpencil. Sedangkan nilai IKM layanan infrastruktur permukiman
sebesar 65,16 masuk Kategori C (kurang baik). Dari gap analysis, terdapat 11 variabel masuk prioritas
utama dan 7 (tujuh) variabel masuk di prioritas kedua untuk perbaikan infrastruktur permukiman KAT
Haruyan Dayak. Sehingga kebijakan utama yang dapat diambil adalah pengembangan alternatif sumber air
bersih, pembangunan dan peningkatan fisik jaringan sanitasi dan drainase, pembangunan dan peningkatan
kualitas fisik/kondisi sarana air bersih, pemanfaatan teknologi tepat guna dalam penggunaan sarana air
bersih, pembangunan dan peningkatan jaringan listrik, yang mana pada saat survei di lakukan sebenarnya
jaringan kelistrikan sudah di pasang akan tetapi belum optimal pada pemasanganya yang belum selesai
100%, pembangunan jalan dan jembatan dengan perencanaan yang tepat, pemanfaatan tenaga lokal dalam
pembangunan infrastruktur permukiman, khususnya pembangunan jalan dan jembatan serta penyediaan air
bersih dan bantuan alat transportasi modern.
Kata Kunci : KAT, Keterpencilan, IKM, Gap Analysis

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI