DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERBANDINGAN AKTIVITAS DAYA HAMBAT SEDIAAN TUNGGAL DENGAN KOMBINASI INFUS Phyllanthus niruri DAN Peperomia pellucida TERHADAP Staphylococcus aureus
PENGARANG:LIE VANNY LEONO
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-07


Meniran (Phyllanthus niruri) dan sirih cina (Peperomia pellucida) merupakan tanaman herbal yang digunakan masyarakat untuk mengobati berbagai macam penyakit.  Kedua tanaman ini diketahui mengandung senyawa yang bersifat antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, dan tanin. Sediaan tanaman obat dapat digunakan secara tunggal maupun kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat optimum dari sediaan tunggal dan kombinasi infus tanaman meniran dan sirih cina terhadap pertumbuhan S. aureus secara in vitro. Metode penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan post test-only with control group design, terdiri dari 26 perlakuan sediaan tunggal dan kombinasi infus pada konsentrasi meniran 5%, 15, 25%, 35% dan sirih cina 10%, 20%, 30%, 40%. Kontrol yang digunakan yaitu Vankomisin 30µg dan akuades. Parameter yang diukur yaitu diameter zona hambat. Analisis data menggunakan uji One-way ANOVA dan uji post-hoc Duncan dengan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan bermakna dari masing-masing perlakuan sediaan tunggal dan kombinasi (p < 0,05). Sediaan kombinasi infus meniran dan sirih cina yang menghasilkan efek zona hambat optimum lebih besar daripada sediaan tunggalnya terdapat pada konsentrasi meniran 25% + sirih cina 40%. Simpulan dari penelitian ini adalah sediaan kombinasi memiliki daya hambat optimum lebih besar dibandingkan sediaan tunggalnya.

 

Kata kunci:  sediaan tunggal, sediaan kombinasi, Phylanthus niruri, Peperomia pellucida, Staphylococcus aureus, daya hambat optimum

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI