DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Manajemen Risiko Pada Pembangunan Jalan Baru di Provinsi Kalimantan Selatan
PENGARANG:EDDY NASHRULLLAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-07


Pelaksanaan pembangunan jalan baru di Provinsi Kalimantan Selatan tidak lepas dari adanya risiko dalam pengerjaannya. Dampak yang mungkin terjadi akibat adanya risiko yaitu peningkatan waktu pelaksanaan proyek dan bahkan peningkatan biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek. Risiko pada pembangunan jalan baru lebih kompleks jika dibandingkan dengan peningkatan jalan. Sehingga perlu dilakukan analisis manajemen risiko pada pembangunan jalan baru di Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin terjadi, menganalisis risiko yang dominan yang dapat mempengaruhi, dan menentukan strategi mitigasi risiko pada proyek pembangunan jalan baru di Provinsi Kalimantan Selatan.

Data pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan kuisioner. Dengan menggunakan metode purposif sampling, kuisioner diberikan kepada pemilik proyek, konsultan, dan kontraktor. Hasil kuisioner kemudian diuji dengan uji validitas dan realibilitas untuk mengetahui keandalan jawaban responden. Terhadap jawaban responden yang telah teruji, dilakukan analisa tingkat penerimaan risiko sehingga dapat ditentukan risiko dominan. Dengan mengetahui risiko dominan maka pembahasan akan lebih terfokus dan dapat ditentukan tindakan mitigasi risiko. Berdasarkan tindakan mitigasi risiko maka dapat dirumuskan strategi mitigasi risiko.

Berdasarkan analisis terhadap hasil kuisioner, pada proyek pembangunan jalan baru di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat 7 (tujuh) sumber risiko yaitu lingkungan, perencanaan, ekonomi dan keuangan, alam, proyek, teknis, manusia, dan keselamatan. Dari sumber risiko tersebut teridentifikasi 40 risiko. Berdasarkan analisis tingkat penerimaan risiko, risiko dominan pada penelitian ini hanya berupa risiko undesirable dan tidak ada risiko unacceptable. Risiko undesirable terhadap dampak keterlambatan proyek yang teridentifikasi sebanyak 27 risiko atau (67,50%) dan terhadap dampak kerugian finansial terdapat 24 risiko atau (60,00%). Untuk menentukan mitigasi risiko, maka risiko dominan yang telah teridentifikasi sebelumnya kemudian diklasifikasikan dalam tahapan proyek. Tindakan mitigasi risiko ditentukan berdasarkan brainstorming dan studi literatur. Tindakan mitigasi risiko kemudian dianalisis kembali untuk menentukan strategi mitigasi risiko. Terdapat 9 (smbilan) strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan yaitu menyesuaikan anggaran dan waktu pelaksanaan dengan kebutuhan proyek, meningkatkan kualitas perencanaan, menentukan metode pelaksanaan yang paling sesuai dengan kebutuhan di lapangan, kesesuaian kualifikasi penyedia, penguatan rantai pasok dan penegasan perjanjian dengan suplier dan sub kontraktor, pemeliharaan material dan peralatan, memperketat pengawasan, meningkatkan koordinasi antara pemilik proyek, konsultan pengawas, dan pelaksana proyek, dan memperkuat manajemen pekerja dan pelaksanaan.

Kata Kunci: risiko; manajemen risiko;pembangunan jalan baru.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI