DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG DI KECAMATAN GAMBUT KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:YAYU SEPTIA WIDIARTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-07


INTISARI

Kesiapsiagaan (preparedness) adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Tahapan kesiapsiagaan terdiri dari 3 yaitu; sebelum bencana, saat bencana dan sesudah bencana. Tujuan penelitian adalah mengetahui kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat menghadapi bencana angin puting beliung di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan. Metode penelitian deskriptif kualitatif..Subjek penelitian sebanyak 14 informan yaitu 1 BPBD, 1 Dinas Sosial, 1 Camat, 4 aparat desa, dan 7 masyarakat terkena dampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Gambut. Teknik sampel penelitian yaitu menggunakan snowball sampling. Pengolahan datayang digunakan yaitu triagulasi sumber dengan cara  mencari berbagai sumber data melalui informan dan triagulasi waktuyaitu peneliti menyesuaikan responden dalam kondisi yang paling efektif yang membuat informan merasa nyaman dan tidak keberatan memberikan informasi. Data yang didapat selanjutnya dianalisis secara deskriptif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan bencana oleh pemerintah dan masyarakat terdiri dari; tahap sebelum bencana yaitu, tidak meratanya penyuluhan yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat, tidak meratanya penyebaran peta rawan bencana sampai ke desa oleh pemerintah daerah, tidak adanya penentuan lokasi evakuasi dan tidak adanya peraturan pembangunan rumah, namun dalam hal penyiapan barang pasokan kebutuhan dasar pemerintah daerah sudah menyiapkan sebelum bencana terjadi. Tahap saat bencana oleh pemerintah sudah berjalan dengan baik seperti pendistribusian bantuan serta pendataan jumlah korban dan kerugian berjalan dengan tepat dan cepat diterima oleh masyarakat, namun masyarakat tidak sempat mengevakuasi harta benda,pembangunan dapur umum juga tidak pernah dilakukan oleh pemerintah. Tahap setelah bencana pemerintah dan masyarakat secara gotong royong melakukan perbaikan lingkungan, pemerintah juga memberikan bantuan dana perbaikan rumah ke masyarakat korban bencana, namun pemerintah tidak memberikan pemulihan sosial psikologis ke masyarakat yang terkena dampak bencana angin puting beliung.

 

Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Pemerintah, Masyarakat, dan Angin Puting Beliung

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI