DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | POLA KEPEKAAN BAKTERI PADA LUKA OPERASI PASIEN SEKSIO SESAREA TERHADAP ANTIBIOTIK TERPILIH | |
| PENGARANG | : | NURHAFIZAH RAFIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-08 |
Seksio sesarea adalah suatu teknik melahirkan janin melalui insisi dinding abdomen dan dinding uterus. Meningkatnya angka persalinan seksio sesarea memungkinkan pula terjadinya risiko infeksi luka yang harus diwaspadai dengan penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik rasional didapatkan berdasarkan hasil uji kepekaan antibiotik terhadap bakteri penyebab. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pola kepekaan bakteri pada luka operasi pasien seksio sesarea terhadap antibiotik terpilih, seftriakson, sefiksim, ampisilin sulbaktam, siprofloksasin, klindamisin dan gentamisinyang di lakukan di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juli-September 2019. Penelitian ini bersifat observasideskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 36 sampel didapat secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi, penelitian ini menggunakan isolate bakteri pada luka operasi pasien seksio sesarea yaitu Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli. Uji kepekaan ketiga jenis bakteri tersebut dilakukan secara in vitro dengan metode difusy Kirby Bauer. Zona radikal yang terbentuk diukur dan dibandingkan dengan standar CLSI 2019. Hasil uji kepekaan antibiotik menunjukan bahwa Staphylococcus aureus sensitif terhadap gentamisin (100%), siprofloksasin (89,4%), klindamisin (73,7%), seftriakson (57,8%), sefiksim (52,6%). Staphylococcus epidermidis intermediet terhadap gentamisin (62,5%), siprofloksasin (63,5%), klindamisin (87,5%) dan seftriakson (62,5%). Escherichia coli intermediet terhadap seftriakson dan sefiksim masing-masing 80% dan intermediet pada gentamisin, siprofloksasin, ampisilin-sulbaktam dan klindamisin masing-masing 60%.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bakteri pada luka operasi pasien seksio sesarea sensitif terhadap gentamisin (75%), siprofloksasin (65%), klindamisin (50%) dan resisten terhadap seftriakson (40%), sefiksim (34%) dan ampisilin-sulbaktam (25%)
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI