DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS PENJADWALAN ULANG PROYEK DENGAN MEMBANDINGKAN ALTERNATIF DARI PENERAPAN METODE CRASHING (Studi Kasus Proyek Rekonstruksi Jembatan Pada Ruas Bawahan Seberang-Pasar Panas Kecamatan Mataraman)
PENGARANG:DEWI ALFIATUN NASSROH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-10


ANALISIS PENJADWALAN ULANG PROYEK DENGAN MEMBANDINGKAN ALTERNATIF DARI PENERAPAN METODE CRASHING

(Studi Kasus Proyek Rekonstruksi Jembatan Pada Ruas Bawahan Seberang-Pasar Panas Kecamatan Mataraman)

 

Dewi Alfiatun Nassroh, Dr. Ir. Henry Wardhana, M.T.

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Jl. A. Yani Km. 35,8 Kalimantan Selatan, Indonesia

Telp. (0511) 47738568-4781730 Fax.(0511) 4781730

 Email: Dewilotus06g@gmail.com

 

ABSTRAK

 

Dalam suatu proyek konstruksi sering kali pada pelaksanaannya terjadi ketidak sesuaian antara jadwal pada rencana dan realisasi dilapngan. Ketidaksesuaian ini menyebabkan suatu proyek berpotensi terlambat dalam penyelesaiannya. Apabila suatu proyek mengalami keterlambatan dari jadwal rencana maka kontraktor harus membayar denda. Untuk mengatasi keterlambatan tersebut biasanya kontraktor akan melakukan upaya percepatan agar proyek selesai tepat pada waktunya. Pada pelaksanaan Proyek Rekonstruksi Jembatan Pada Ruas Bawahan Seberang-Pasar Panas Kecamatan Mataraman mengalami keterlambatan sebesar 4,44% pada minggu ke-4.

Untuk mengantisipasi dampak ketrlambatan terhadap waktu penyelesaian proyek maka digunakan beberapa pilihan alternative percepatan proyek diantaranya bekerja di hari libur, menambah jam kerja (lembur), dan menambah kelompok kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mencari perbandingan hasil yang lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Dimulai dari membuat Kurva S sesuai rencana, kemudian dilakukan pemantauan pada minggu ke-4 untuk mengetahui progress pekerjaan apakah mengalami keterlambatan atau tidak. Kemudian dibuat penjadwalan ulang dengan PDM (Predence Diagram Method) dengan waktu start menjadi waktu saat pemantauan yaitu pada minggu ke-4, digunakan durasi sisa pekerjaan, lalu dianalisa untuk mencari lintasan kritis yang nantinya akan dipercepat agar proyek tidak terlambat.

Pada kasus ini proyek mengalami keterlambatan selama 2 minggu dari rencana awal proyek yaitu 19 mingu. Kemudian dilakukan perhitungan crash dengan bebrapa alternative untuk mencari alternative terbaik untuk dilakukan crashing. Dari hasil penelitian, didapatkan alternative terbaik adalah menambah jam kerja lembur pada kegiatan yang berada di jalur kritis. Dari hasil perhitungan didapatkan total biaya lembur untuk 2 minggu adalah Rp 2,999,861.27

 

 

Kata kunci : Penjadwalan Ulang, alternative crashing, durasi, biaya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI