DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PERBANDINGAN DAYA HAMBAT OPTIMUM EKSTRAK AKAR ECENG GONDOK (Eichornia crassipes Solms.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Streptococcus pyogenes IN VITRO | |
| PENGARANG | : | SUMIYA DANURROENI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-13 |
Akar eceng gondok (Eichornia crassipes Solms.) memiliki zat antibakteri yaitu tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, fenol, antrakuinon dan steroid. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas daya hambat ekstrak akar eceng gondok terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan dengan Streptococcus pyogenes secara in vitro. Rancangan penelitian menggunakan true experimental, post test-only with control group design, terdiri dari 10 perlakuan ekstrak akar eceng gondok (10 mg/mL, 100 mg/mL, 200 mg/mL, 300 mg/mL, 400 mg/mL, 500 mg/mL, 600 mg/mL, 700 mg/mL, 800 mg/mL, 900 mg/mL) dan eritromisin 15 µg (kontrol positif). Analisis data penelitian menggunakan uji one-way ANOVA dan uji post-hoc Duncan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan perbedaan aktivitas daya hambat dari semua perlakuan dan peningkatan zona hambat sesuai dengan peningkatan konsentrasi. Ekstrak akar eceng gondok 900 mg/mL merupakan konsentrasi optimum terhadap Staphylococcus aureus (25,27 mm) dan ekstrak akar eceng gondok 800 mg/mL merupakan konsentrasi optimum terhadap Streptococcus pyogenes (19,96 mm). Pada konsentrasi yang sama aktivitas daya hambat terhadap Staphylococcus aureus lebih besar dibandingkan dengan Streptococcus pyogenes. Simpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan daya hambat optimum dari sediaan ekstrak akar eceng gondok terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan dengan Streptococcus pyogenes.
Kata-kata kunci: daya hambat optimum, ekstrak akar eceng gondok, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI