DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN ANTARA PEMILIK MESIN PENDULANGAN EMAS DENGAN KELOMPOK PENDULANG EMAS DALAM PENANGGULANAN RISIKO KERJA DI DESA BALAI BANJANG KECAMATAN PASAK TALAWANG KABUPATEN KUALA KAPUAS KALIMANTAN TENGAH | |
| PENGARANG | : | Muhammad Bambang Azhari | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-15 |
ABSTRAK
Muhammad Bambang Azhari, 2019. Hubungan Antara Pemilik Mesin Dengan Kelompok Pendulang Dalam Penanggulangan Risiko Kerja Di Desa Balai Banjang, Kecamatan Pasak Tawalang, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing (I) Yusuf Hidayat, (II) Syahlan Mattiro
Kata Kunci: Risiko, Manajemen Risiko.
Pendulangan emas yang terdapat di lokasi 36 Desa Balai Banjang terdapat risiko kerja ketika melakukan aktivitas pendulang, sehingga perlu adanya mitigasi risiko kerja. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi resiko kerja yang terjadi dalam pendulangan emas (2) Menggambarkan bentuk mitigasi pemilik mesin terhadap resiko kerja yang dialami oleh pendulang emas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan berjumlah lima orang yang ditentukan melalui purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan pada bulan November 2018 hingga April 2019. Adapun teknik analisis data yang dipakai peneliti yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan (Conclusion Drawing/verification).
Penelitian ini menemukan (1) risiko kerja dalam pendulangan emas terdapat dua risiko , yakni (a) risiko fisik yaitu risiko teknis dalam aktivitas pendulangan. Terdapat empat risiko fisik dalam aktivitas pendulangan, yaitu longsor, terperosok ke dalam lubang galian, tertimpa mesin dan tenggelam di sungai. (b) Risiko sosial adanya penyimpangan sosial dalam aktivitas pendulangan yaitu, minuman keras, obat-obatan terlarang dan kecurangan dalam bekerja. (2) Bentuk mitigasi yang dilakukan pemilik mesin dan kelompok pendulang terhadap 2 risiko, (a) risiko fisik, adanya pencegahan dengan melakukan survei ke lokasi pendulangan untuk melihat titik-titik lubang pendulangan, sedangkan penanggulangannya dilakukan swadaya oleh kelompok pendulangan yang berada di lokasi pendulangan ketika melakukan evakuasi terhadap kelompok pendulang yang mengalami kecelakaan kerja. (b) risiko sosial, adanya pencegahan dengan melakukan pengawasan selama melakukan aktivitas pendulangan, sedangkan penanggulangan dilakukan pemberhentian kerja terhadap anggota kelompok pendulang terlibat konflik dan pencurian.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi pemilik mesin, kelompok pendulang dari penulisan penelitian ini hendaknya dapat mensosialisasikan dan mengambil kebijakan tentang risiko kerja dan mitigasi dalam aktivitas pendulangan emas.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI