DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK HEXAMETHYLENETETRAMINE DARI AMONIA DAN FORMALDEHIDA DENGAN PROSES ALEXANDER F. MACLEAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
PENGARANG:MISNAWATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-16


Hexamethylenetetramine banyak digunakan pada berbagai industri seperti pada industri pupuk, indsutri resin, industri karet, industri tekstil dan industri pertanian serta kedokteran. Memenuhi kebutuhan dalam negeri dan adanya peluang untuk ekspor yang masih terbuka, maka dirancang pabrik hexamethylenetetramine berkapasitas 20.000 ton/tahun. Dengan memperhatikan beberapa aspek meliputi aspek penyediaan bahan baku, transportasi, tenaga kerja, pemasaran serta utilitas maka dipilihkan lokasi untuk pabrik yang startegis di daerah Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Tepatnya dikawasan PT Intan Wijaya International di jalan Trisakti, Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat dengan luas area 12,5 Hayang berjarak sekitar 7 Km dari Kota Banjarmasin.AdapunpabrikinidirencanakandalammenejemenPerseroanTerbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 118 karyawan dengan dipimpin oleh seorang direktur utama.

Proses produksi hexamethylenetetramine terbagi menjadi 3 tahap. Bahan baku yang digunakan adalah amonia 20% sebanyak 149887,4640kg/hari dan formaldehida 37% sebanyak 214260.5304 kg/hari. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku yaitu amonia dan formaldehida. Tahap kedua adalah reaksi pembentukkan hexamethylenetetramine dengan metode Alexander F Maclean dilakukan dengan mereaksikan amonia dan formaldehida dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) yang dilengkapi dengan koil pendingin pada kondisi operasi tekanan dan temperatur sebesar 1 atm dan 36°C. Tahap ketiga adalah pemurnian dan penyimpanan produk. Memurnikan produk dengan menggunakan rotary dryer yang menghasilkan kemurnian produk mencapai 99,9%. Produk dikemas di dalam karung 25 kg dan disimpan di dalam gudang penyimpanan sebelum didistribusikan. Utilitas membutuhkan air sebanyak 18147,0757 kg/jam, steam dibutuhkan sebesar 12841,6055 kg/jam, kebutuhan bahan bakar sebesar 591.8256liter/jam dan listrik total yang dibutuhkan sebesar 1337,2786 kWattyang di suplai oleh generator.

Hasil analisa ekonomi memberikan hasil Total Capital Investment (TCI) adalah sebesar Rp 584.392.680.275,- dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 1.001.742.700.000,- per Tahun. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI)sebelum pajak sebesar  31% dan Return of Investment (ROI)sesudah pajak sebesar 20%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2,42 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,29  tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 45,70% dan Shut down point (SDP) sebesar 26,38%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik Hexamethylenetetramine dengan kapasitas 20.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.

 

Kata kunci: Amonia, Formaldehid, Hexamethylenetetramine

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI