DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMURNIAN MINYAK BIJI KARET: PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU PADA PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM FOSFAT
PENGARANG:WANDA SEPTIANA ADIBBA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-16


Tanaman karet penghasil lateks ini juga menghasilkan produk sampingnya yaitu biji karet yang belum dimanfaatkan secara optimal hingga saat ini. Kandungan minyak dalam biji karet sebesar 40-50%. Minyak tersebut sangat potensial untuk dijadikan sebagai sumber energi terbarukan dalam pembuatan bahan bakar alternatif seperti biodiesel. Minyak biji karet dihasilkan melalui proses ekstraksi sokletasi menggunakan pelarut n-heksana. Rendemen minyak yang diperoleh rata-rata sebesar 38,15%. Minyak biji karet hasil ekstraksi sokletasi ini mengandung gum yang komposisi utamanya yaitu fosfatida yang dapat mempengaruhi kerusakan pada minyak. Gum tersebut dihilangkan melalui tahapan pemurnian yang terdiri dari proses degumming dan netralisasi. Proses degumming menggunakan asam fosfat dilakukan dengan variasi temperatur 40; 50; 60; 70; 80ºC dan variasi waktu 10; 15; 20; 25; 30; 35 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses degumming menggunakan temperatur 60ºC dan waktu selama 30 menit menghasilkan kadar fosfor yang paling rendah sebesar 127,34 mg/kg. Minyak dari proses degumming pada kondisi optimum tersebut dinetralisasi menggunakan NaOH kemudian diuji karakteristiknya. Minyak biji karet yang dihasilkan mengalami penurunan pada beberapa karakteristik diantaranya kadar fosfor dari 395,65 mg/kg menjadi 92,05 mg/kg, kadar sedimen dari 26,22%(v/v) menjadi 5,89%(v/v), berat jenis dari 906,7 kg/m3 menjadi 901,1 kg/m3, dan bilangan asam dari 2,99 mg-KOH/g menjadi 2,28 mg-KOH/g. Sedangkan karakteristik yang mengalami kenaikan yaitu viskositas dari 38,65 mm2/s menjadi 43,01 mm2/s. Berdasarkan hasil uji FTIR minyak biji karet sebelum dan setelah proses pemurnian (degumming dan netralisasi) tidak menunjukkan adanya perbedaan pada bilangan gelombang yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena minyak setelah proses pemurnian masih menyisakan senyawa fosfatida.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI