DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pengaruh Perawatan pada Sifat Mekanis Beton dari Campuran Limbah Abu Pembakaran Kelapa Sawit Sebagai Subtitusi Pengurangan Semen dengan Uji ANOVA
PENGARANG:SYAIFULLAH SIDIK
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-17


PENGARUH PERAWATAN PADA SIFAT MEKANIS BETON DARI CAMPURAN LIMBAH ABU PEMBAKARAN KELAPA SAWIT SEBAGAI SUBTITUSI PENGURANGAN SEMEN DENGAN UJI ANOVA

Syaifullah Sidik1), Ratni Nurwidayanti2)

1) Mahasiswa Progam Studi Teknik Sipil, Universitas Lambung Mangkurat

2) Dosen Progam Studi Teknik Sipil, Universitas Lambung Mangkurat

Jl. Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Banjarbaru, Kalimantan Selatan – 70714.

Email : 1)sidiksyaifullah@gmail.com; 2)ratni601@yahoo.co.id

 

Abstrak

 

Sepanjang tahun 2012 emisi CO2 yang dihasilkan oleh pabrik di daerah pulau jawa sebesar 26.921.591 ton dari total 35.500.000 ton semen yang diproduksi atau rata-rata 0,77 ton CO2 per ton semen yang diproduksi (Atmaja, 2015). Peningkatan jumlah emisi CO2 tentu berdampak pada kerusakan lingkungan . Tercatat bahwa produksi semen menyumbang sebesar 7% terhadap kerusakan lingkungan (Pal, 2017). Perkembangan teknologi diberbagai bidang sudah sangat pesat dan sangat banyak limbah-limbah yang dihasilkan oleh produksi industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Negara Indonesia adalah Negara dengan komoditas terbesar kelapa sawit dunia dengan luas daerah 11,3 juta Ha (Nusantara, 2017). Adanya kandungan silika (SiO2) dengan pembakaran yang konsisten diharapkan mampu bereaksi dengan kapur mati dalam semen Ca(OH)2 yaitu hasil hidrasi antara semen dan air. Hilangnya air pada beton akibat penguapan baik pada saat pembongkaran cetakan benda uji, pengangkutan, ataupun kehilangan air pada saat pengecoran akan mengakibatkan berkurangnya air dalam beton yang akan mengganggu proses berlangsungnya hidrasi semen.

Nilai optimum yang ditunjukan pada kuat tekan mortar dengan masing-masing persentase limbah abu pembakaran kelapa sawit 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 15% menunjukan bahwa kandungan limbah abu pembakaran kelapa sawit dengan kadar persentase 5%. Persentase 5% untuk mengurangi penggunaan semen pada beton dapat meningkatkan kuat tekan beton  6,2% dari perencanaan mutu 20 MPa dalam kondisi perendaman, meningkat sebesar 1% dalam kondisi forging dan meningkat sebesar 4,3% dalam kondisi wrapping pada umur 28 hari. Sedangkan beton tanpa perawatan yang diletakan dengan suhu ruangan tidak mencapai nilai kuat tekan beton yang direncanakan yaitu 12,08 MPa. Beton  perlu dilakukan perawatan agar faktor air semen dalam beton terjaga sehingga proses hidrasi didalam beton dapat berlangsung dengan maksimal dan nilai kuat tekan beton terjaga sampai pada umur kematangan beton yaitu pada 28 hari. Hasil pengujian kuat tarik belah beton di bandingkan terhadap nilai akar kuadrat f’c di dapat nilai perbandingan 0,675, dan dibandingkan terhadap nilai kuat tekan beton (fc’) didapat perbandingan 14,649 % dari kuat tekan beton.

 

 

Kata Kunci : Semen, Mortar, Limbah Abu Kelapa Sawit, Beton , Curing

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI