DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PRARANCANGAN PABRIK ASAM FENIL ASETAT DARI BENZIL SIANIDA DAN ASAM SULFAT DENGAN PROSES HIDROLISIS KAPASITAS 4.500 TON/TAHUN
PENGARANG:M. FAHMI OKTAVIAN
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-17


INTISARI

 

Asam fenil asetat adalah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan pembantu. Asam fenil asetat utamanya digunakan sebagai bahan baku penicillin, dan phenylaceton yang diperlukan untuk produksi amphetamine. Asam fenil asetat juga digunakan sebagai bahan pembantu dalam industri parfum dan aroma, misal methyl phenylacetic beraroma mawar dan madu, ethyl phenylacetic acid beraroma madu, amylphenylacetic acid beraroma coklat. Proses  pembuatan asam fenil asetat dapat dilakukan dengan beberapa proses, salah satunya adalah dengan proses hidrolisis benzil sianida dan asam sulfat.

   Pembuatan asam fenil asetat dengan proses hidrolisis diawali dengan mempersiapkan bahan baku yaitu mengencerkan asam sulfat dengan air memanaskannya  sebelum dimasukkan ke dalam reaktor dengan suhu operasi 90°C dan tekanan 1 atm. Proses hidrolisis terjadi di dalam reaktor, kemudian hasil keluaran reaktor diteruskan ke rotary drum vacuum filter untuk memisahkan filtrat dan cake yang terbentuk. Filrat yang dihasilkan akan dimasukkan ke dekanter untuk memisahkan komponen berdasarkan massa jenisnya, sedangkan cake berupa amonium bisulfat dialirkan menuju gudang penyimpanan menggunakan cooling conveyor. Hasil atas dekanter akan diteruskan ke menara distilasi untuk memisahkan  asam fenil asetat dari campuran lainnya, sedangkan hasil bawah dekanter akan di-recycle kembali ke dalam reaktor. Hasil atas menara distilasi didinginkan terlebih dahulu di  heat exchanger lalu di-recycle kembali ke reaktor. Hasil bawah menara distilasi didinginkan diheat exchanger menjadi 100oC, lalu diumpankan ke prilling tower untuk dikristalkan. Kemudian kristal yang keluar dari prilling tower di perkecil ukurannya di ball mill dan dilakukan pengayakan pada screening untuk mendapatkan produk yang seragam. Asam fenil asetat diproduksi dengan kapasitas 4.500 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2024. Perndirian pabrik direncanakan berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara dengan luas area 32.304  m² dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 135 orang dan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Kebutuhan utilitas di ambil dari Sungai Tiram sedangkan kebutuhan listrik untuk operasional pabrik dipasok dari PLN Babelan.

Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai  Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 26%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,8 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 44% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 23,15%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.

 

Kata kunci : Asam fenil asetat, hidrolisis, break even point, shut down point

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI