DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Analisis Oksidasi DNA Pada Aorta Tikus (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia Menggunakan Spektroskopi Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (Ft-Ir)
PENGARANG:ARINA HUDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2020-01-17


Hiperkolesterolemia merupakan kondisi kadar kolesterol plasma tinggi di atas >200 mg/dl2. Hiperkolesterolemia menyebabkan keadaan stres oksidatif karena terjadi pengentalan darah yang menyebabkan penurunan perfusi oksigen ke jaringan, hipoksia jaringan dapat memicu produksi hidroksil radikal yang merupakan salah satu produk ROS. Radikal hidroksil merupakan penyebab umum kerusakan DNA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis absorbansi gelombang oksidasi DNA pada aorta model tikus hiperkolesterol menggunakan spektroskopi FT-IR. Penelitian ini menggunakan model penelitian eksperimental dengan posttest only with control group design, yang dilakukan pada P0 kelompok kontrol tanpa perlakuan dan P1 kelompok dengan perlakuan induksi pakan hiperkolesterol. Setelah masa induksi selama 30 hari, kadar kolesterol darah diukur menggunakan Nesco GCU cholesterol check (GCU/N-01) dan didapatkan hasil rerata sebesar 179 mg/dL2,kemudian aorta tikus diambil dan dijadikan homogenat untuk dilakukan pengukuran absorbansi gelombang DNA menggunakan spektroskopi FT-IR pada bilangan gelombang PO4-3 stretch backbone (1044 cm-1), deoxyribose or guanine vibration (1456 cm-1), purine ring breathing (1485 cm-1), dan DNA ring breathing or strong substrate artefact ( 1645 cm-1), data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Saphiro Wilk dan Levene dilanjutkan dengan Independent T Test. Pada kelompok hiperkolesterolemia didapatkan penurunan absorbansi yang menunjukkan penurunan intensitas  bilangan gelombang tersebut, serta terdapat penurunan rasio vibrasi guanin dan phospodiester bond yang mewakili basa dan ikatan ribosa – fosfat DNA. Hasil menunjukkan p=0.000, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol normal dan hiperkolesterolemia. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terjadi oksidasi DNA pada aorta tikus hiperkolesterolemia.

 

Kata-kata kunci:Hiperkolesterolemia, oksidasi DNA, aorta, tikus, FT-IR

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI