DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGKAJI KUALITAS KIMIA TANAH LAHAN TERLANTAR DI DESA TAMPANG KECAMATAN PELAIHARI DAN DESA KETAPANG KECAMATAN BAJUIN KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN | |
| PENGARANG | : | A. ZAINORRIDLA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-20 |
ABSTRAK
Kalimantan Selatan memiliki ± 3.281.777 ha lahan kering; dimana 67,73% digunakan sebagai lahan pertanian, sedangkan terdapat 4,70% lahanyang masihterlantar. Kabupaten Tanah Laut memiliki ± 363.135 ha lahan kering, dengan lahan yang terlantar sebesar 17%. Pada Desa Tampang di Kecamatan Pelaihari dan Desa Ketapang di Kecamatan Bajuin terdapat ± 902 ha (10%)lahan kering yang terlantar.
Lahan terlantar akan bisa di manfaatkan kembali sebagai lahan pertanian bila di perbaiki kualitas tanahnya. Kualitas tanah ditentukan oleh faktor fisik, kimia, dan biologi tanah. Tujuan kajian ini adalah untuk menghitunng kualitas tanah dari segi factor kimia tanah lahan terlantar di Desa Tampang Kecamatan Pelaihari dan Desa Ketapang Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi ditentukan melalui survei dengan metoda stratified purposive sampling.Pengambilan sampel tanah di setiap desa dilakukan di 6 lokasi untuk di analisis karakteristik kimia tanah termasuk variabel pH, KTK (me%), P-tersedia (ppm), C-organik (%) dan N-total (%).
Hasil kajian menemukan bahwa indeks kualitas tanah di Desa Ketapang Kecamatan Bajuin adalah 52%, cenderung lebih tinggi dibandingkan di Desa Tampang Kecamatan Pelaihari, yaitu 44%. Kedua lokasi ini memiliki kategori kualitas kimia tanah rendah dikarenakan mempunyai pH yang rendah dan P-tersedia yang rendah, dan C-organik yang rendah.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI