DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Peningkatan Performa Fatty Matter Sebagai Bahan Baku Biofuel | |
| PENGARANG | : | SINDY KURNIATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-20 |
Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) adalah minyak sawit
yang telah mengalami proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak
bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan penghilangan bau.
Minyak ini dikenal khalayak ramai sebagai minyak goreng.
Biodiesel yang diproduksi dengan reaksi transesterifikasi dengan metanol
dan katalis basa sodium mattilate menghasilkan produk samping berupa crude
glycerine dan fatty matter. Fatty matter memiliki nilai kalori yang dinilai sangat
berpotensi untuk menjadi bahan bakar alternatif. Meningkatkan performa dan
mengoptimalkan penggunaan bahan bakar alternatif tersebut maka perlu adanya
optimalisasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari bahan bakar
alternatif.
Pembutan biofuel dari fatty matter harus melalui proses pemurnian sebelum
diesterifikasi, salah satu pemurnian yang bisa dilakukan adalah dengan
menggunakan adsorben. Penelitian yang dilakukan menggunakan adsorben arang
aktif kulit buah aren, arang aktif daun nanas dan bleaching earth,
Pemurnian fatty matter menggunakan adsorben dengan banyak adsorben
masing -masing 15 gram, 20 gram dan 25 gram dalam 200 ml fatty matter,
pengujian yang dilakukan setelah pemurnian diantaranya kadar air, kadar asam
lemak bebas, titik leleh dan bilangan iodium. Pemurnian fatty matter
menggunakan masing-masing jenis dan jumlah adsorben mengalami peningkatan
kadar air, kadar asam lemak bebas dan bilangan iodium serta menurunkan titik
ii
lelehnya dari pada sebelum dilakukan pemurnian. Hasil terbaik dari pemurnian
yang dilakukan adalah dengan banyak adsorben 25 gram, yang mana kadar air,
kadar asam lemak bebas, titik leleh dan bilangan iodium paling mendekati standar.
Proses esterifikasi dilakukan pada hasil terbaik pemurnian fatty matter
dengan masing- masing adsorben 25 gram. Hasil terbaik diesterifikasi
menggunakan H?SO? 0,5% sebagai katalis dan metanol (molaritas rasio minyak:
metanol = 1:6 ). Setelah parameter uji yang dilakukan hanya bilangan iod,
viskositas dan titik kabut yang memenuhi SNI (7182:2015), hal ini disebabkan
kemungkinan karena tingginya kadar asam dan masih ada zat pengotor yang
terdapat pada bahan fatty matter.
Kalor yang dihasilkan setelah pengujian terlihat mengalami peningkatan
untuk fatty matter dengan adsorben arang aktif kulit buah aren dan arang aktif
daun nanas, nilai kalor untuk arang aktif kulit buah aren lebih tinggi dibandingkan
dengan nilai kalor arang aktif daun nanas, hal ini karena densitas dari kulit buah
aren lebih tinggi dari pada densitas arang aktif daun nanas, dimana tingginya
densitas tersebut mempengaruhi nilai kalor yang dihasilkan.
Kata Kunci : Biofuel, Biodiesel, fatty matter, adsorben
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI