DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pemanfaatan Limbah Daun Nanas (Ananas comosus L. Merr) Sebagai Formulasi Bahan Dasar Produk Kriya Inovatif | |
| PENGARANG | : | JULIATI NINGSIH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2020-01-20 |
Daun nanas merupakan limbah yang memiliki jumlah terbanyak dari total tanaman nanas karena pemanfaatan tanaman nanas selama ini hanya sebatas pada buah dan kulitnya, sedangkan daun nanas relatif belum banyak dimanfaatkan, sehingga limbah daun nanas di daerah ini akan semakin meningkat pada setiap tahunnya apabila tidak dimanfaatkan. Kandungan selulosa yang besar pada daun nanas ini dapat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengisi atau filler.
Limbah daun nanas dengan perlakuan tertentu, dapat dimanfaatkan seratnya sebagai material yang memiliki karakter khusus. Pemanfaatan limbah daun ini dapat mengangkat nilai kearifan lokal dan sumber daya alam yang belum terolah secara optimal, yang tidak hanya mempertimbangkan nilai fungsional, namun juga nilai ekonomi.
Pembuatan sampel uji untuk uji sifat fisik dan mekanik dengan formulasi bahan dasar limbah daun nanas pada penelitian ini dilakukan menggunakan perbandingan 1 : 4, 1 : 5, dan 1 : 6. Pengujian yang dilakukan diantaranya kuat tekan, densitas, porositas, dan daya serap air. Nilai kuat tekan yang paling tinggi terdapat pada perbandingan 1 : 4, dan untuk nilai densitas, porositas, dan daya serap air terdapat pada perbandingan 1 : 5. Sehingga hasil terbaik dari pengujian sifat fisik dan mekanik yang dilakukan adalah pada perbandingan 1 : 5 yang mana nilai densitas, porositas, dan daya serap air paling mendekati standar.
Pembuatan produk kriya dilakukan pada hasil uji terbaik yaitu pada perbandingan 1 : 5 dan dibuat dengan tiga desain P1, P2, dan P3 dan dilakukan analisis preferensi konsumen untuk ketiga produk yang dibuat dengan desain yang berbeda. Hasil analisis preferensi konsumen produk yang paling disukai oleh konsumen adalah produk P2.
Analisis harga pokok produk dilakukan dengan metode full costing untuk ketiga produk kriya tersebut dimana harga pokok produk pada masing-masing produk kriya adalah P1 Rp. 7.985, P2 sebesar Rp 8.125, dan P3 adalah Rp. 8.109. Nilai tambah produk berdasarkan nilai harga dari produk tanpa aksesoris, dengan aksesoris, dan harga komersil adalah produk P2, sehingga produk P2 dapat dikembangkan sebagai produk Technopreneur.
Kata Kunci: Serat daun nanas, produk kriya, harga pokok produk
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI