<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="12346">
<titleInfo>
<title>Penerapan Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP) Pada Proses Produksi Mi Instan Di PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Banjarmasin, Kalimantan Selatan</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nor Sebtiani/1610516220018</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Banjarbaru :Fak.Pertanian ULM</placeTerm></place>
<publisher>Program Studi Teknologi  Industri Pertanian</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Hadcopy</form>
<extent>xiv, 116 hlm.; ils.; 30 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN 

NOR SEBTIANI. Penerapan Hazard Analysis And Critical Control Point 
(HACCP) Pada Proses Produksi Mi Instan di PT. Indofood CBP Sukses makmur 
Tbk. Banjarmasin, Kalimantan Selatan dibawah bimbingan Agung Nugroho, 
S.TP., M.Sc., Ph.D dan pembimbing lapang Suparjo. 

Kegiatan praktik kerja lapang memiliki tujuan khusus yaitu untuk 
mempelajari penerapan Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP) 
pada proses produksi mi instan. Praktik kerja lapang dilaksanakan pada tanggal 01 
Juli hingga 30 Juli 2019, di PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Banjarmasin. 
PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Banjarmasin, Kalimantan Selatan 
didirikan pada tanggal 18 Desember 1993 yang beralamat di desa Liang Anggang 
Km. 32 Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, 
Indonesia. Perusahaan ini dipimpin oleh Wiji Sasongko seorang Branch Manager 
dan membawahi manager lainnya dibidang produksi, Finance and Accounting 
Manager, Branch Human Resources Management, Warehouse Supervisor, 
Branch Process Development and Quality Control, Production Manager, 
Purchasing, dan Area Sales and Promotion Manager. 
PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Banjarmasin merupakan 
perusahaan yang bergerak dalam divisi noodle yang menghasilkan produk berupa 
Indomie, Sarimi, Supermi, Sakura, Pop Mi, dan Sarimi Gelas dengan berbagai 
macam varian rasa. Perusahaan ini hanya memproduksi blok mi saja, sedangkan 
bumbu dan minyak bumbu serta bahan pelengkap lainnya disuplai dari perusahaan 
lain. Perusahaan ini menerapkan sistem GMP dan GLP, sehingga seluruh pekerja 
diwajibkan memenuhi aturan GMP (Good Manufacturing Practice) dan GLP 
(Good Laboratory Practice). 
Proses produksi mi instan pada umumnya sama, yang membedakan yaitu 
komposisi bahan baku utama yang ditambahkan pada setiap brand dan flavor mi. 
Proses produksi mi instan meliputi pencampuran ingredient, pembuatan 
monocream, pembuatan larutan alkali, penyaringan tepung, mixing, pressing, 
steaming, cutting dan folding, frying, cooling, penambahan bumbu, dan packaging. 
PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Banjarmasin sangat 
memperhatikan masalah keamanan pangan agar selalu bisa memberikan jaminan 
keamanan pangan yang baik kepada konsumen atau pelanggan dengan 
menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (Food Safety Management 
System). Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ini mengacu 
pada standar ISO 22000:2005. Sistem manajemen keamanan pangan yang 
diterapkan yaitu Hazard Analysis And Critical Control Point (HACCP) baik 
dalam proses produksi, sistem penerimaan bahan baku, maupun produk jadi 
hingga ke tangan konsumen. 
PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Banjarmasin menerapkan tujuh 
prinsip dasar dari sistem HACCP, antara lain identifikasi bahaya, penetapan CCP, 
penetapan batas kritis, pemantauan CCP, tindakan koreksi terhadap 
penyimpangan, verifikasi, dan dokumentasi. Analisis bahaya dilakukan pada tiap 
tahapan proses produksi mi instan dengan menentukan bahaya mana yang perlu 
dikendalikan, menentukan bahaya yang signifikan, dan cara pengendalian yang 
dipersyaratkan untuk menjamin keamanan pangan. 
Terdapat empat CCP (Critical Control Point) yang harus selalu dimonitoring 
yaitu penimbangan antioksidan, penyaringan alkali, pengayakan tepung terigu, 
dan suhu penggorengan. Monitoring yang dilakukan untuk setiap CCP pada 
proses produksi mi instan selama 15 hari di PT. Indofood CBP Sukses Makmur 
dilakukan pada line 6 (Mi Goreng Spesial). Dari hasil catatan monitoring selama 
15 hari dapat dikatakan bahwa penerapan HACCP di PT. Indofood CBP Sukses 
Makmur Tbk. Banjarmasin Divisi Noodle berjalan sesuai dengan standar dan 
prosedur yang telah ditetapkan, serta tidak ada CCP yang melewati batas kritis 
(Critical Limit).</note>
<subject authority=""><topic>MANAJEMEN</topic></subject>
<classification>650</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT</physicalLocation>
<shelfLocator>650 Nor P</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">1965000068</numerationAndChronology>
<sublocation>R. TIP</sublocation>
<shelfLocator>650 Nor P</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>r_page-0001.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>12346</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-12-27 09:02:56</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-31 08:11:38</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>