DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Analisis Pola Sebaran Kualitas Udara Ambien Di Kota Banjarmasin Berdasarkan Interpretasi Citra Satelit Penginderaan Jauh | |
| PENGARANG | : | KHOLIFAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-04 |
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting kualitas udara ambien di Kota Banjarmasin dengan fokus pada parameter PM10, CO, SO2, dan NO2, serta melakukan interpretasi citra satelit untuk memetakan pola sebaran kualitas udara selama 5 tahun terakhir. Metode analisis yang digunakan meliputi pengamatan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, interpretasi citra satelit Sentinel-5P, dan pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tertinggi SO2 adalah 42 μg/m³ (2020), NO2 adalah 39,6 μg/m³ (2021-2023), CO adalah 4724 μg/m³ (2020), dan PM10 adalah 251,1 μg/m³ (2019). Kecuali PM10, semua nilai masih di bawah baku mutu. Analisis temporal menunjukkan tren penurunan konsentrasi polutan setelah puncak pada tahun 2019 dan 2020, mengindikasikan perbaikan kualitas udara. Pola sebaran menunjukkan konsentrasi polutan tinggi di titik dengan kepadatan lalu lintas dan aktivitas industri, sedangkan konsentrasi rendah ditemukan di area dengan vegetasi yang banyak dan aktivitas kendaraan rendah. Perbandingan antara data citra satelit Sentinel-5P dan pengukuran lapangan menunjukkan perbedaan nilai konsentrasi polutan, dengan data satelit umumnya lebih tinggi. Perbedaan ini disebabkan oleh akurasi sensor satelit yang terpengaruh oleh gangguan atmosfer dan keterbatasan cakupan pengukuran lapangan. Perbandingan RMSE dan MAE menunjukkan variasi signifikan, terutama pada parameter CO dan PM10, dengan RMSE untuk CO sebesar 29.965 dan PM10 sebesar 30.430. Rentang hasil RMSE tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar antara data satelit dan pengukuran lapangan, mencerminkan sensitivitas terhadap kesalahan besar dan variasi data. Validasi lintas-platform antara data satelit dan lapangan penting untuk meningkatkan ketepatan pemantauan kualitas udara. Berdasarkan hasil analisis, kualitas udara di Kota Banjarmasin secara umum masih di bawah baku mutu, namun rentan terhadap perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Integrasi data satelit dan pengukuran lapangan diperlukan untuk pemantauan kualitas udara yang lebih akurat dan konsisten.
Kata Kunci: SO2, NO2, CO, PM10, Penginderaan Jauh, Sentinel-5P
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI