DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | INTERAKSI PARASOSIAL PADA PENGGEMAR K-POP DI KOTA BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | MUHAMMAD YUKO FITRIANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-08 |
ABSTRAK
Muhammad Yuko Fitrianto. Interaksi Parasosial pada penggemar K-Pop di Banjarmasin (Pembimbing I Dimas Asto Aji An’Amta dan Pembimbing II Varinia Pura Damaiyanti).
Kegemaran terhadap sesuatu yang terlalu berlebihan. Memberikan dampak-dampak yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi bagaimana interaksi parasosial mempengaruhi penggemar K-Pop di kota Banjarmasin. Untuk menganalisisnya, penelitian ini menggunakan teori interaksi para sosial milik Wohl dan Horton. Metodelogi penelitian ini menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Observasi, wawancara dan dokumentasi adalah tekhnik penelitian yang diterapkan pada penelitian ini. Dianalisi menggunakan metode miliki Miles dan Huberman yaitu reduksi data, data display serta penarikan kesimpulan akhir. Lokasi penelitian ini sendiri berada di Provinsi Kalimantan Selatan dan berfokus pada kota Banjarmasin. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa semua informan menunjukkan empati terhadap idola mereka. Misalnya merasa gembira dan bangga ketika idola mereka menerima penghargaan, serta merasa marah dan kecewa saat idola mereka mendapatkan komentar negatif. Tingginya tingkat interaksi parasosial dapat memicu fantasi yang berlebihan terhadap idola, bahkan mencapai tingkat obsesi yang tidak sehat, seperti yang terlihat pada sasaeng fans, yang melakukan tindakan yang mengganggu atau merugikan privasi idola mereka. Oleh karena itu, meskipun interaksi parasosial dapat membuat penggemar merasa lebih dekat dengan idola mereka, penting untuk memahami batasan-batasan yang sehat dalam hubungan tersebut demi kesejahteraan baik penggemar maupun idola mereka.
Kata Kunci: Interaksi Parasosial, Penggemar, K-Pop, Banjarmasin
ABSTRACT
Muhammad Yuko Fitrianto. Parasocial interaction among K-Pop fans in Banjarmasin (Supervisor I Dimas Asto Aji An'Amta and Supervisor II Varinia Pura Damaiyanti).
A passion for something that is too much. It has impacts that affect daily and social life. This study aims to explore how parasocial interaction affects K-Pop fans in Banjarmasin city. To analyse it, this study uses Wohl and Horton's theory of para-social interaction. This research methodology uses a qualitative approach with the type of field research. Observation, interview and documentation are the research techniques applied in this research. The research was analysed using Miles and Huberman's method of data reduction, data display and final conclusion drawing. The location of this research is in South Kalimantan Province and focuses on the city of Banjarmasin. The findings of this study show that all informants show empathy towards their idols. For example, feeling happy and proud when their idols receive awards, and feeling angry and disappointed when their idols get negative comments. High levels of parasocial interactions can trigger excessive fantasies towards idols, even reaching unhealthy levels of obsession, as seen in sasaeng fans, who take actions that interfere with or harm their idols' privacy. Therefore, while parasocial interactions can make fans feel closer to their idols, it is important to understand the healthy boundaries of such relationships for the well-being of both fans and their idols.
Keywords: Parasocial Interaction, Fans, K-Pop, Banjarmasin
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI