DIGITAL LIBRARY



JUDUL:OPTIMALISASI PROGRAM BADAN KESEJAHTERAAN MASJID (BKM) DI KECAMATAN BANJARMASIN UTARA KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:TAUFIK HIDAYAT
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-09


ABSTRAK

Taufik Hidayat, 2010411210008, 2024.

Optimalisasi Program Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin. Di bawah bimbingan Muhammad Riduansyah Syafari Peran Masjid bagi umat Islam sangat beragam selain di jadikan sebagai saran ibadah kepada Allah SWT masjid juga dapat di jadikan sebagai tempat untuk bermusyawarah mengenai hal yang bersangkutan dengan keagamaan. Upaya pemerintah dalam mengelola masjid ialah dengan membentuk program Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis optimalisasi program Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin dan menganalisis faktor-faktor penghambat program BKM. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil Penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti tentang optimalisasi program badan kesejahteraan masjid (BKM) di Kecamatan Banjarmasin Utara dapat disimpulkan Optimalisasi program badan kesejahteraan masjid (BKM) di Kecamatan Banjarmasin Utara belum berjalan dengan optimal, hal ini dapat dilihat dari analisis tiga indikator optimalisasi oleh Machfud sidik (2001) yaitu tujuan, alternatif keputusan, dan sumber daya. Program badan kesejahteraan masjid (BKM) sudah memiliki tujuan yang jelas, namun masih belum memenuhi indikator alternatif kebijakan dan sumber daya. Adapun faktor penghambat program ini adalah kurangnya arahan dari otoritas di atas BKM Kecamatan Banjarmasin Utara dan tidak memiliki sumber daya. Saran yang diberikan peneliti dalam program ini ialah agar BKM bisa mengadakan sosialisasi awal untuk setiap kelurahan untuk memberikan pemahaman awal terkait BKM agar memiliki persamaan pemahaman, sehingga bisa menjalankan program dengan baik. Kemudian disarankan agar melakukan konsolidasi dengan pihak otoritas di atas BKM seperti Kementerian Agama Kota Banjarmasin agar memberikan arahan lanjutan dalam menjalankan program.

Kata Kunci : Optimalisasi, Masjid, Program Badan Kesejahteraan Masjid

 

ABSTRACT

Taufik Hidayat, 2010411210008, 2024.

Optimization of the Mosque Welfare Agency (BKM) Program in North Banjarmasin District, Banjarmasin City. Under the guidance of Muhammad Riduansyah Syafari The role of mosques for Muslims is very diverse, apart from being used as a place of worship to Allah SWT, mosques can also be used as a place for deliberation on religious matters. The government's effort to manage mosques is by establishing a Mosque Welfare Agency (BKM) program. The aim of this research is to analyze the optimization of the Mosque Welfare Agency (BKM) program in North Banjarmasin District, Banjarmasin City and analyze the factors inhibiting the BKM program. The research method used is a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques use data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of research and discussions carried out by researchers regarding the optimization of the mosque welfare agency (BKM) program in North Banjarmasin District, it can be concluded that the optimization of the mosque welfare agency (BKM) program in North Banjarmasin District has not run optimally, this can be seen from the analysis of three indicators optimization by Machfuddik (2001), namely goals, alternative decisions, and resources. The mosque welfare agency (BKM) program already has clear objectives, but still does not meet alternative policy and resource indicators. The inhibiting factors for this program are the lack of direction from the authorities above the North Banjarmasin District BKM and lack of resources. The advice given by researchers in this program is that BKM can hold initial outreach for each sub-district to provide an initial understanding regarding BKM so that they have a common understanding, so they can run the program well. It is then recommended to consolidate with authorities above BKM such as the Ministry of Religion of Banjarmasin City to provide further direction in implementing the program.

Keywords: Optimization, Mosque, Mosque Welfare Agency Program

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI