DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Uji Aktivitas Antibakteri dan Formulasi Sediaan Masker Gel Ekstrak Kulit Jengkol (Archidendron jiringa (Jeck) Nielsen) Asal Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan | |
| PENGARANG | : | ARNIA ULPAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-10 |
Masker gel merupakan produk perawatan setengah padat yang dapat menjaga kelembapan kulit. Kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jeck) Nielsen) memiliki sifat antioksidan yang sangat aktif dan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi gelling agent kombinasi HPMC dan pati sawit terhadap karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri sediaan. Kulit jengkol diekstraksi dengan metode maserasi dan dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran terhadap bakteri P. acnes dengan konsentrasi ekstrak 0,25%, 0,30%, 0,35%, dan 0,40%. Setelah mendapatkan konsentrasi yang dapat menghambat bakteri. Ekstrak kulit A. jiringa diformulasi dalam sediaan gel dengan konsentrasi tersebut dengan variasi konsentrasi basis HPMC dan pati sawit dengan perbandingan yaitu formula 1 (1:2), formula 2 (1:1) dan formula 3 (2:1). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit jengkol dengan konsentrasi 0,40% menghambat P. acnes sebesar 9,82±0,060 mm. Ketiga sediaan masker gel berwarna kecoklatan, berbau khas essence, dan memiliki tekstur halus, homogen, viskositas antara 46.666-736.666 cps, daya sebar antara 4,75-8,92 cm, daya lekat antara 11,52-17,68 detik, waktu kering antara 5,27-7,57 menit, nilai pH antara 7,30-7,47. Dapat disimpulkan bahwa basis HPMC dan pati sawit pada sediaan berpengaruh terhadap viskositas, daya sebar, daya lekat, waktu kering dan pH sediaan.Variasi konsentrasi basis HPMC dan pati sawit tidak berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri sediaan masker gel ekstrak kulit A. jiringa terhadap bakteri P. acnes.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI