DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT PASAYANGAN KOTA MARTAPURA
PENGARANG:PANDU ARIYA DINATA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-11


Salah satu persimpangan yang sering terjadi Kemacetan di Kota Martapura adalah Simpang Empat Pasayangan, simpang ini berada pada daerah komersial dimana terdapat pondok pesantren, sekolah, dan juga pertokoan sehingga sering terjadi kemacetan khususnya pada jam puncak (pagi dan sore hari). Maka dari latar belakang ini dilakukan analisis kondisi eksisting dan juga prediksi kapan kinerja simpang sudah tidak optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja simpang, kapan kinerja simpang sudah tidak optimal dan alternatif penanganan dari Simpang Empat Pasayangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2023) dan perhitungan menggunakan software Excel. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data geometrik simpang, volume lalu lintas selama 12 jam pada tanggal 28 & 29 April 2024 dan data kependudukan Kabupaten Banjar. Dari penelitian didapatkan jam puncak yaitu pada jam 16.45-17.45 pada hari minggu dan 17.00-18.00 pada hari senin. Dengan hasil kondisi eksisting DJ = 0,658, TLL = 9,019, dan Pa = 27,335% untuk hari minggu dan DJ = 0,663, TLL = 9,120, dan Pa = 27,68% untuk hari minggu dengan indeks tingkat pelayanan C. Karena kinerja simpang masih optimal maka dilakukan forecasting dan didapat pada tahun ke-18 kinerja simpang tidak optimal dengan hasil DJ = 0,851, TLL = 15,311, dan Pa = 43,218% dengan indeks tingkat pelayanan D. Dari hasil analisis yang diperoleh maka diperlukan alternatif penanganan agar kinerja simpang kembali optimal. Dilakukan analisis kembali dan didapat 3 alternatif penganan yang dapat diterapkan. Alternatif pertama yaitu dengan perubahan arus pada jalan Mayor dengan Indeks Tingkat Pelayanan C, alternatif ini dapat diterapkan dengan melakukan koordinasi ulang karena terjadi perubahan arus dari jalan mayor menuju Jalan Pasar Papan. Alternatif kedua yaitu dengan Pelebaran Jalan menjadi 9 meter pada jalan mayor dan 8 meter pada jalan minor dengan Indeks Tingkat Pelayanan C, kekurangan alternatif ini adalah perlu dilakukan penggusuran rumah karena GSJ (Garis Sempadan Jalan) kondisi eksisting tidak memenuhi syarat. Alternatif ketiga yaitu dengan perubahan simpang menjadi simpang APILL dengan Indeks Tingkat Pelayanan C, walau Indeks Tingkat Pelayanan C alternatif ini juga dapat diterapkan karena dari segi keamanan Simpang APILL jauh lebih aman daripada Simpang, hal ini juga didukung karena mayoritas pengendara pada simpang ini adalah pelajar sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan pada Simpang Empat Pasayangan. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI