DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HILANGNYA DOKUMEN JAMINAN HUTANG PEGAWAI NEGERI SIPIL KARENA KELALAIAN PIHAK BANK | |
| PENGARANG | : | JESSICA THEODORA PHANG | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-18 |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber daya ekonomi
untuk kesejahteraan rakyat, dengan perbankan sebagai pilar strategis. Meskipun
PNS dapat menggunakan SK pengangkatan sebagai jaminan kredit, terdapat risiko
hukum karena SK PNS tidak bisa dialihkan. Kasus kehilangan dokumen jaminan
oleh Bank NTB Syariah yang berujung pada gugatan perdata menjadi fokus
penelitian ini. Tujuan penelitian adalah mengetahui pertanggungjawaban hukum
bank atas kehilangan dokumen jaminan SK PNS dan perlindungan hukum bagi
nasabah. Jenis penelitian ini adalah normatif dengan bahan hukum primer,
sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya dokumen
jaminan kredit nasabah berupa SK PNS merupakan perbuatan melawan hukum
yang diatur dalam Pasal 1157 KUHPerdata, POJK Nomor 42/POJK.03/2017, dan
Pasal 25 POJK No: 1/POJK.07/2013. Kreditur wajib mengganti kerugian dengan
mengurus penerbitan SK PNS baru bagi debitur. Terdapat dua bentuk perlindungan
hukum: preventif dan represif. Perlindungan hukum represif melibatkan sanksi bagi
bank sesuai ketentuan hukum sektor jasa keuangan. Debitur yang dirugikan dapat
mengajukan pengaduan berdasarkan Pasal 39 dan 40 POJK Nomor
1/POJK.07/2013, serta menyelesaikan pengaduan melalui permintaan maaf atau
tawaran ganti rugi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI