DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MUATAN IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PELITA DI KELAS V SDN SEMANGAT DALAM 1 BARITO KUALA
PENGARANG:JANAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-19


Janah. (2024). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Muatan IPS Menggunakan Model Pembelajaran PELITA Di Kelas V SDN Semangat Dalam 1 Barito Kuala. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing: Maimunah, M.Pd.

Kata Kunci : Keterampilan Berpikir Kritis, PELITA

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada muatan IPS. Hal ini disebabkan pembelajaran bersifat satu arah, siswa kurang aktif dan antusias dalam pemecahan masalah dan guru belum menggunakan model pembelajaran bervariasi. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model PELITA. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis peningkatan aktivitas siswa, menganaliss keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar.

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Semangat Dalam 1 Barito Kuala tahun pelajaran 2023/2024 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, serta hasil belajar yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari skor 26 hingga 35. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 48% hingga 100% dengan kriteria sangat aktif. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 42% hingga 90% dengan kriteria sangat terampil. Sehingga mempengaruhi meningkatnya hasil belajar siswa aspek kognitif pertemuan 1 sampai 4 dari 48% hingga 90%, aspek afektif pertemuan 1 sampai 4 dari 45% hingga 84%, dan aspek psikomotorik dari pertemuan 1 sampai 4 dari 42% hingga 87%.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PELITAdapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Adapun saran yang dapat diberikan bahwa penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi atau alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

 

 

 

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI