DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Kehidupan Religi Muslim Beda Kultur Di Kampung Arab, Kota Banjarmasin.
PENGARANG:HAWI NOPRIANU
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-19


Hawi Noprianu, 2023, Kehidupan Religi Muslim Beda Kultur Di Kampung Arab, Kota Banjarmasin, Skripsi Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Di bawah bimbingan Drs. H. Setia Budhi, M.Si. Ph.D.

                Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan tentang masyarakat Kampung Arab yang mendiami wilayah Jalan Antasan Kecil Barat (Akaba) kelurahan Pasar Lama, kecamatan Banjarmasin Tengah, kota Banjarmasin, memiliki ciri khas yang berbeda dari wilayah perkampungan lain di kota Banjarmasin. Komunitas Arab yang memiliki budaya campuran antar budaya lokal dan Timur Tengah, masyarakat Kampung Arab juga terkenal dengan bisnis dan aktvitas religi serta aktifitas kebudayaannya pada momen tertentu. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kualitatif. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, hasil yang ditemukan sebagai berikut: Bidang keagamaan di Kampung Arab tergolong maju, di mana terdapat sebuah lembaga pendidikan keagamaan, yakni Ma’had Al-Mubarak sebagai lembaga pendidikan yang menerima peserta didik dari usia dini hingga dewasa, yang ingi mengasah ilmu keagamaan. Ma’had ini merupakan suatu pesantren yang berdiri di kawasan Kampung Arab/Jalan Antasan Kecil Barat. Ditambah lagi dalam hal fasilitas Ibadah, Kampung Arab memiliki 2 buah masjid, dan ada perencanaan untuk Renivasi pada kedua buah masjid tersebut untuk memperluas wilayah dan mengoptimalkan luas halaman sehingga tidak memakan badan jalan. Dan untuk kegiatan keagamaan juga tidak memiliki konflik, karena saling memahami, dan memiliki metode masing-masing, hal ini menambah kebijkasanaan dalam hidup beragama serta bermasyarakat. Semua dilaksanakan demi kemajuan hidup bermasyarakat melalui agama sebagai guru di dalam kehidupan.

Secara sosial budaya, masyarakat Kampung Arab juga tergolong masyarakat yang multikultural, di mana budaya Arab dan lokal bergabung di dalam unsur kehidupan sehari seperti bahasa, arsitektur, makanan serta kesenian juga beralkulturasi membentuk sesuatu hal yang baru. Dan untuk arstietkur bangunan, mungkin dari luar menggunakan arsitektur Banjar, sedangkan bagian dalam dekorasi menggunakan arsitektur Arab, hal ini ditemukan pada tempat tempat tertentu, seperti kafe rumah penduduk setempat. Sedangkan untuk masjid, sepenuhntya menggunakan arsitektur Arab. Dalam bidang kuliner, makanan khas Timur Tengah mejadi salah satu ikon yang terkenal di sana, dalam hal musik dan tarian, unsur kebudayaan Timur Tengah juga menjadi ikon pariwisata di sana. Dalam hal bisnis, masyarakat Kampung Arab menjadi peternak kambing potong yang menyuplai persedian dagin di pasar dan restoran, serta daging kambing bagi masyarakat Kampung Arab juga menjadi bahan baku kuliner mereka yang menjadi saluran bisnis perdagangan.

 

Kata Kunci: Keagamaan, Sosial, Budaya, Bisnis, dan Kampung Arab.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI