DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN (STUDI MULTI KASUS DI SMP SANTA MARIA DAN SMP SANTA ANGELA BANJARMASIN) | |
| PENGARANG | : | ALOYSIA JAWA HAJON | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-19 |
Guru merupakan kunci keberhasilan suatu lembaga pendidikan. Perilaku atau tata cara mengajar guru akan sangat mempengaruhi citra lembaga pendidikan. Dalam mewujudkan visi sebuah sekolah tentunya ada peran Sumber Daya Guru yang profesional sebagai penunjang yang mampu menyelenggarakan pendidikan secara utuh dan menyeluruh serta dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah khususnya SMP Santa Maria dan SMP Santa Angela.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan secara mendalam strategi pengembangan profesional guru di SMP Santa Maria dan SMP Santa Angela dengan fokus pembahasan pada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi strategi serta kendala yang dihadapi dalam pengembangan kompetensi profesional guru di SMP Santa Maria dan SMP Santa Angela Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, guru dan Yayasan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti; teknik triangulasi dan ketekunan pengamatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi Pengembangan Kompetensi Profesional guru di SMP Santa Maria dan SMP Santa Angela terbagi dalam 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, dan evaluasi; (2) Kendala yang dihadapi dalam mengembangkan kompetensi profesional guru antara lain: Pelaksanaan terkadang berbenturan dengan jadwal kegiatan guru atau dengan kegiatan yang ada di sekolah; Perasaan kurang nyaman dari kepala sekolah untuk melakukan supervisi terhadap guru senior; Selalu mengunakan pelatih yang sama dengan metode yang kurang menarik, membosankan dan sulit dimengerti; Terbatasnya waktu untuk wawan hati terhadap pembinaan individu oleh Yayasan; Kurangnya kesadaran dan motivasi untuk mengikuti pelatihan dan pembinaan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran-saran berikut: (1) Kepala sekolah dan Yayasan diharapkan agar mampu menerapkan strategi serta memotivasi guru dalam pengembangan kompetensi profesional guru; (2) Guru diharapkan agar mengetahui strategi serta memotivasi diri untuk mengembangkan kompetensi diri; (3) Dinas Pendidikan diharapkan agar menjadikan hasil penelitian sebagai acuan untuk memaksimalkan kinerja dan kompetensi profesional guru.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI