DIGITAL LIBRARY



JUDUL:FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) OLEH PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP (Studi Observasional Analitik di RSD Idaman Banjarbaru)
PENGARANG:FATMA LILIANSI NORA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-21


Keselamatan pasien merupakan sistem yang diterapkan oleh rumah sakit untuk membuat asuhan pasien lebih aman. Berdasarkan data diketahui total IKP di ruang rawat inap dari Januari 2021-Juni 2023 sebanyak 74 kasus. Dari jumlah kasus tersebut terlihat bahwa situasi keselamatan pasien di RSD Idaman Banjarbaru khususnya di ruang rawat inap belum memenuhi standar yang mengacu pada peraturan Kemenkes No.129 tahun 2008. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan keselamatan pasien (patient safety) oleh perawat di ruang rawat inap RSD Idaman Banjarbaru. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik sampling proportional random sampling dengan uji chi-square, dengan 64 perawat sebagai responden, hasil analisis data membuktikan hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value=0,043), komunikasi SBAR (p-value 0,025), kepatuhan APD (p-value 0,022) dan pelatihan (p-value 0,030) dengan penerapan keselamatan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan adanya hubungan antara pengetahuan, komunikasi SBAR, kepatuhan APD dan pelatihan terhadap penerapan keselamatan pasien oleh perawat di ruang rawat inap RSD Idaman Banjarbaru. Rekomendasi meliputi positive re-inforcement dalam bentuk bonus dan reward serta perawat dapat berpartisipasi dalam pelatihan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dan berpartisipasi dalam audit kepatuhan APD yang dilakukan oleh rumah sakit.

Kata Kunci : Pengetahuan, komunikasi SBAR, kepatuhan APD, pelatihan

Patient safety is a system implemented by hospitals to make patient care safer. Based on the data, it is known that the total number of IKP in inpatient rooms from January 2021-June 2023 was 74 cases. From the number of cases, it can be seen that the patient safety situation at RSD Idaman Banjarbaru, especially in the inpatient wards, has not met the standards referring to Ministry of Health regulation No. 129 of 2008. This research aims to analyze factors related to the implementation of patient safety by nurse in the inpatient room at RSD Idaman Banjarbaru. This type of quantitative research with a cross-sectional design using proportional random sampling technique with the chi-square test, with 64 nurses as respondents, the results of data analysis prove a significant relationship between knowledge (p-value=0.043), SBAR communication (p-value 0.025), PPE compliance (p-value 0.022) and training (p-value 0.030) with the implementation of patient safety. The conclusion of this study states that there is a relationship between knowledge, SBAR communication, PPE compliance and training on the implementation of patient safety by nurses in the inpatient room at RSD Idaman Banjarbaru. Recommendations include positive reinforcement in the form of bonuses and rewards and nurses can participate in training conducted by the hospital and participate in PPE compliance audits conducted by the hospital.

Keywords: Knowledge, SBAR communication, PPE compliance, training  

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI