DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS DAN ASPEK KOGNITIF MENGGUNAKAN MODEL JENDELA PADA ANAK KELOMPOK B TK PKK AL-AMAN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | ANISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-22 |
Anisa. 2024. Mengembangkan Aktivitas, Berpikir Kritis Dan Aspek Kognitif Menggunakan Model Jendela Pada Anak Kelompok B TK PKK Al-Aman Banjarmasin. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing : Celia Cinantya, S.Kom., M.Pd.
Kata Kunci : Aktivitas, Berpikir Kritis, Kognitif, Model Jendela, Kelompok B.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas, berpikir kritis, dan perkembangan kognitif anak dalam mengenal pola ABCD-ABCD. Penyebab dari permasalahan yaitu pembelajaran kurang bermakna, hanya bersifat satu arah, dan abstrak. Solusinya menggunakan model Jendela (project based learning, direct instruction dan media loose parts). Tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas guru, serta menganalisis aktivitas, berpikir kritis, dan hasil perkembangan kognitif anak dalam mengenal pola ABCD-ABCD.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 3 kali pertemuan. Setting penelitian adalah anak kelompok B TK PKK Al-Aman Banjarmasin yang berjumlah 15 anak (9 laki-laki dan 6 perempuan). Teknik pengumpulan data dengan observasi. Analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan table dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila mencapai skor ≥24 kriteria “sangat baik”. Aktivitas anak secara klasikal dengan presentase ≥81% “hampir seluruh anak aktif”, berpikir kritis anak secara klasikal dengan presentase ≥81% “hampir seluruh anak berpikir kritis”, dan hasil perkembangan kognitif anak secara klasikal dengan presentase ≥81% kriteria “Berkembang Sangat Baik”.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru berada pada pertemuan 1 kriteria “cukup baik”, pertemuan 2 kriteria “baik”, dan pertemuan 3 kriteria “sangat baik”. Aktivitas anak pertemuan 1 (47%) kriteria “sebagian anak aktif”, pertemuan 2 (67%) kriteria “sebagian besar anak aktif”, dan pertemuan 3 (93%) kriteria “hampir seluruh anak aktif”. Berpikir kritis anak pertemuan 1 (53%) kriteria “sebagian anak berpikir kritis”, pertemuan 2 (73%) kriteria “sebagian besar anak berpikir kritis”, dan pertemuan 3 (100%) kriteria “seluruh anak berpikir kritis”. Dan hasil capaian perkembangan kognitif anak pertemuan 1 (40%), pertemuan 2 (60%), dan peremuan 3 (83%) anak berhasil berkembang dengan kriteria “Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam pembelajaran menggunakan model Jendela (project based learning, direct instruction, dan media loose parts) telah melaksanakan sesuai langkah-langkah dan dapat meningkatkan aktivitas, berpikir kritis, dan perkembangan kognitif anak dalam mengenal pola ABCD-ABCD. Disarankan untuk kepala sekolah sebagai bahan rujukan dalam membina guru, bagi guru memberikan inovasi pembelajaran dan peneliti selanjutnya dapat menambah wawasan serta menjadi bahan ajar dan penelitian relavan untuk penelitian selanjutnya.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI