DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DAN MENGENALKAN BENTUK GEOMETRI DENGAN KOMBINASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING, EXAMPLE NON EXAMPLE DENGAN METODE PERMAINAN KONSTRUKTIF PADA KELOMPOK A DI TK PKK AL-AMAN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | DESI OKTARINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-22 |
Oktarina, Desi. 2024. "Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Dalam Mengenal Bentuk Geometri Menggunakan Kombinasi Model Problem Based Learning, Example Non Example dengan Metode Permainan Konstruktif. Pada Kelompok A TK PKK Al-Aman Banjarmasin”. Skripsi Progam S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Dr. H. Sakerani, M.Pd.
Kata Kunci : Kognitif, Bentuk Geometri, Problem Based Learning, Example Non Example, Permainan Konstruktif.
Penelitian ini dilatar belakangi pada rendahnya perkembangan kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri. Hal ini dikarenakan aktivitas anak yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran serta pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi seperti model media yang digunakan berkesan membosankan dan kurang efektif anak serta hasil perkembagan kognitif anak. Solusinya mengunakan kombinasai model Problem Based Learning, Example Non Example dengan Metode Permainan Konstruktif. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, anak dan hasil perkembangan kognitif anak dalam meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 3 kali pertemuan. Setting adalah kelompok A TK PKK Al-Aman Banjarmasin yang berjumlah 10 anak (7 laki-laki dan 3 perempuan). Tenik Pengumpulan data dengan observasi. Indikator keberhasilan apabila mencapai skor ≥26 kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas anak secara klasikal dengan persentase ≥81% “Hampir Seluruh Anak Aktif”, dan hasil perkembangan kognitif anak secara klasikal dengan persentase ≥81 kriteria “Berkembang Sangat Baik”.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas guru pada pertemuan ke-1 dengan skor 19 kategori “Cukup Baik”, pertemuan ke 2 dengan skor 24 kategori “Baik” dan pertemuan ke-3 dengan skor 31 kategori “Sangat Baik”. aktivitas anak pada pertemuan ke-1 dengan persentase 50% kriteria “Sebagian Anak Aktif”, pertemuan ke 2 dengan persentase 70% kriteria “Sebagian besar anak aktif” dan pertemuan ke-3 dengan persentase 100% kriteria “Seluruh anak aktif”. Dan hasil perkembangan kognitif anak dalam mengenal bentuk geometri menggunakan kombinasi model problem based learning, example non example dengan metode permainan konstruktif pada pertemuan 1 dengan persentase 40% kriteria “BB”, pertemuan 2 dengan persentase 70% kriteria “BSH” dan pertemuan 3 persentase 100% kriteria “BSB”.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan kombinasi model problem based learning, example non example dengan metode permainan konstruktif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil perkembangan anak. Disarankan bagi guru, kepala sekolah dan penelitian selanjutnya menjadi bahan dan informasi dalam memilih model pembelajaran.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI