DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PEMBUATAN BIO-OIL DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN PROSES CATALYTIC CRACKING MENGGUNAKAN KATALIS LEMPUNG GAMBUT
PENGARANG:TAMA OKTANIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-24


Semakin berkembangnya kehidupan manusia di dunia, semakin terbatasjuga sumberenergi untuk kehidupan manusia. Sementara cadangan energi tidak terbarukan, seperti minyak bumi, gas bumi, danbatu bara semakin menipis. Dengankatalain,diperlukan suatu kondisi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan energi alternatif. Salahsatupengembanganenergiterbarukandengancaramengolahminyak goreng bekas yang merupakan buangan dari industri makanan dimana memiliki potensi yang tinggi untuk dijadikan bahanbakar, mengingat kandungan atomkarbon danhidrogennya tinggi. Melihat potensi sumber energi dari minyak goreng bekasmaka sangat menarik untuk dikembangkan menjadi bio-oilmelaluiprosescatalyticcracking(perengkehanmenggunakankatalis). Salahsatu katalis yang sangat potensial untuk digunakan adalah lempung gambut, komposisikimia tanah lempung gambut yang diaktivasi secara kimia dan fisika mengandung         alumina (Al2O3) dan silika yang cukup tinggi.Kandungan alumina silika yang tinggi padalempunggambut dapat dibuat suatukatalis untuk prosesbio-oil.  Prosescatalyticcracking sendiri dipengaruhi beberapa faktor yaitu suhu dan berat katalis. Tujuan dari penelitian ini menganalisis pengaruh variasi berat katalis (5,10,15 dan 20 gram) dan variasi suhu katalis (400°C,450°C,500°C,550°C dan 600°C) dalam proses catalyticcrackingminyakgorengbekasmenjadibio-oil dan  melakukan karakterisasi bio-oil  yang dihasilkan dari proses catalyticcracking minyak goreng bekas. Katalis lempung gambut dan minyak goreng bekas sebelum digunakan pada proses catalyticcracking dilakukan uji karakterisasi terlebih dahulu untuk katalis lempung gambut dilakukan uji SEM,BET dan XRF. Untuk minyak goreng bekas dilakukan uji GC-MS, viskositas dan densitas. Untuk produk cair dari proses catalyticcracking akan dilakukan uji GC-MS, viskositas dan densitas.  Adapun hasil dari karakterisasi katalis lempung gambut yaitu uji SEM menampilkan morfologi dari permukaan lempung gambut yang diperkirakan adanya katalis yang menjadi abu sehingga menutupi sebagian permukaan katalis lempung, uji BET menampilkan luas permukaan katalis yaitu 20,220 m2/g dan uji XRF menampilkan katalis lempung yang memiliki kadar silika yang terkandung sebesar 22,6 % dan aluminium 11,1%. Sedangkan hasil uji GC-MS menampilkan komposisi senyawa pada minyak goreng bekas terdiri dari senyawa organik golongan trigeliserida, asam laurat, senyawa ester dan senyawa organik alkana bercabang. Adapun nilai dari viskositas dan densitas dari minyak goreng bekas secara berturut-turut adalah 2,257 cP dan 0,899 g/mL. Sedangkan karakterisasi hasil uji GC-MS pada produk cair (bio-oil) terdiri dari senyawagolongan alkana, alkena, alkuna, sikloalkana, alkohol lemak jenuh, asam karboksilat, alkynol, hidrokarbon aromatik, organofosfor, senyawa kompleks, asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, keton.

 

Kata kunci: lempung gambut, bio-oil, catalyticcracking, minyak goreng bekas

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI