DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS IV SDN RUMINTIN 1 KABUPATEN TAPIN
PENGARANG:AISYAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2024-07-24


ABSTRAK

 

Aisyah, 2024

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Penjumlahan Pecahan Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas IV SDN Rumintin 1 Kabupaten Tapin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Drs. Sunarno, M.Pd.

 

 

     

Kata Kunci: Hasil Belajar, Penjumlahan Pecahan, Model Problem Based Learning

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Permasalahan ini disebabkan karena siswa kurang mampu memahami materi penjumlahan pecahan, baik pecahan berpenyebut sama maupun pecahan berpenyebut berbeda, selain itu juga karena siswa masih pasif pada saat pembelajaran sedang berlangsung sehingga mengakibatkan pembelajaran hanya berjalan dengan satu arah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbaikan aktivitas guru, peningkatan aktivitas siswa dan hasil belajar matematika siswa pada materi penjumlahan pecahan menggunakan model Problem Based Learning.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN Rumintin 1 pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif didapatkan melalui hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa, sedangkan data kuantitatif dianalisis melalui hasil belajar siswa secara individu dan klasikal, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif dan digambarkan dalam bentuk tabel dan grafik.

Hasil penelitian menunjukkan dengan penggunaan model Problem Based Learning (PBL) dapat diketahui bahwa aktivitas guru pada siklus I dan siklus II mencapai kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa pada siklus I mencapai kriteria “Aktif” dan pada siklus II mencapai kriteria “Sangat Aktif”. Hasil belajar pada siklus I ranah kognitif memperoleh ketuntasan klasikal sebesar 62,96%, ranah afektif memperoleh ketuntasan klasikal sebesar 74,07% dan ranah psikomotorik memperoleh ketuntasan klasikal sebesar 66,67%, kemudian ketuntasan hasil belajar ranah kognitif, afektif dan psikomotorik meningkat pada siklus II menjadi 100% dengan keterangan tuntas.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model Problem Based Learning yang diterapkan dengan baik pada saat proses pembelajaran dapat membuat aktivitas guru semakin baik, meningkatkan aktivitas siswa sehingga hasil belajar siswa menjadi tuntas pada pelajaran matematika materi penjumlahan pecahan. Adapun saran bagi kepala sekolah, guru, siswa dan peneliti lainnya agar dapat menjadikan Problem Based Learning sebagai alternatif dalam meningkatkan prestasi belajar di sekolah.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI