DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING DAN ASPEK KOGNITIF ANAK MENGENAL POLA ABC-ABC MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING, MAZE PATTERN GAMES, DAN MEDIA LOOSE PARTS PADA KELOMPOK A TK ISLAM BAKTI I BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SISKA ARDAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2024-07-24 |
Ardawati, Siska. 2024. “Mengembangkan Kemampuan Problem Solving dan Aspek Kognitif Anak Mengenal Pola ABC-ABC Menggunakan Model Problem Based Learning, Maze Pattern Games, dan Media Loose Parts Pada Kelompok A TK Islam Bakti 1 Banjarmasin”. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing: Maimunah, M.Pd.
Kata Kunci : Kognitif, Problem Solving, Mengenal Pola ABC-ABC, Model Problem Based Learning, Maze Pattern Games, Media Loose Parts
Penelitian ini dilatarbelakangi pada rendahnya kemampuan kognitif anak dalam memecahkan suatu masalah dan mengenal pola ABC-ABC. Hal ini disebabkan pembelajaran yang hanya berpusat pada guru, pembelajaran yang kurang menarik, dan lebih banyak menggunakan lembar kerja anak. Hal ini berdampak pada rendahnya kemampuan anak dalam menyelesaikan suatu masalah dan mengenal poal ABC-ABC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan kognitif anak dalam mengembangkan kemampuan problem solving dan mengenal pola ABC-ABC menggunakan model Problem Based Learning, Maze Pattern Games, dan media Loose Parts.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak empat pertemuan. Setting penelitian adalah anak kelompok A TK Islam Bakti 1 Banjarmasin yang berjumlah 14 orang anak. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil perkembangan kognitif anak dengan jenis analisis deskriptif kualitatif dalam bentuk tabel dan grafik presentase yang disajikan dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan ke-1 mendapat skor 17 dengan kategori “Cukup”, pertemuan ke-2 mendapat skor 22 dengan kategori “Baik”, pertemuan ke-3 mendapat skor 26 dengan kategori “Baik”, dan pertemuan ke-4 mendapat skor 28 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak pada pertemuan ke-1 presentase 29% kategori “Sebagian Kecil Anak Aktif”, pertemuan ke-2 presentase 50% kategori “Sebagian Anak Aktif”, pertemuan ke-3 presentase 86% kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”, dan pertemuan ke-4 presentase 100% kategori “Seluruh Anak Aktif”. Hasil perkembangan kognitif pada kemampuan problem solving pertemuan ke-1 presentase 36% hanya 5 anak yang berhasil berkembang dan pada kemampuan berpikir logis mengenal pola ABC-ABC pada pertemuan ke-1 presentase 43% hanya 6 anak yang berhasil berkembang, hingga pada pertemuan ke-4 kedua aspek mencapai presentase 100% berhasil berkembang mendapatkan capaian kriteria BSH dan BSB.
Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning, Maze Pattern Games, dan media Loose Parts dapat meningkatkan aktivitas dan hasil kemampuan problem solving dan mengenal pola ABC-ABC. Penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi guru dalam memilih model pembelajaran inovatif. Bagi kepala sekolah dapat menjadi masukan bagi peningkatan mutu pembelajaran dan bagi penelitian berikutnya dapat dijadikan bahan referensi untuk meningkatkan aspek kognitif anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI